Memahami Moderasi Beragama di Indonesia: Menuju Harmoni dan Toleransi

  • Whatsapp

Indonesia, dengan keragaman budaya, etnis, dan agama yang kaya, telah lama diakui sebagai model bagi negara-negara lain dalam hal toleransi beragama. Konsep moderasi beragama memainkan peran kunci dalam mempertahankan keharmonisan sosial di tengah keragaman yang kompleks ini.

Moderasi beragama telah menjadi bagian integral dari sejarah Indonesia sejak masa penyebaran agama-agama besar seperti Islam, Kristen, Hindu, dan Buddha. Meskipun Indonesia adalah negara dengan mayoritas muslim terbesar di dunia, prinsip Bhinneka Tunggal Ika “Berbeda-beda tapi tetap satu” menjadi dasar dari semangat toleransi dan moderasi beragama.

Kuncinya terletak pada proses Akulturasi kebudayaan yang ada di Indonesia berbeda dengan negara lainnya. Pada konteks keindonesiaan, kebudayaan mulai dari masa pra sejarah hingga kolonialisme di Indonesia tidak saling menghilangkan satu dengan lainnya, malah membuat semuanya terhubung satu dengan lainnya. Itulah yang membuat kita meskipun berbeda namun bisa bersatu.

Moderasi Beragama pada prinsipnya memiliki beberapa hal, diantara adalah :

Kerukunan dan Toleransi

Prinsip ini menekankan pentingnya menghargai perbedaan dan memperlakukan orang lain dengan hormat tanpa memandang agama atau keyakinan mereka.

Kerukunan dan toleransi bukan hanya nilai-nilai kosong, tetapi merupakan fondasi yang kokoh bagi moderasi beragama yang berkelanjutan. Di tengah gejolak dan perbedaan yang ada, penting bagi masyarakat untuk terus memupuk sikap terbuka, pengertian, dan rasa hormat terhadap perbedaan. Hanya dengan demikian, kita dapat mencapai masyarakat yang harmonis, inklusif, dan damai bagi semua.

Keadilan dan Kesetaraan

Moderasi beragama mendorong kesetaraan hak dan perlakuan di antara semua warga negara, tanpa memandang agama atau latar belakang lainnya.

Keadilan dalam moderasi beragama berarti memberikan hak-hak yang sama kepada semua warga negara, termasuk hak untuk beribadah, berpendapat, dan berpartisipasi dalam kehidupan sosial dan politik. Ini juga berarti menegakkan hukum secara adil dan tanpa diskriminasi terhadap siapa pun.

Dalam konteks moderasi beragama, kesetaraan memungkinkan setiap individu untuk menjalankan keyakinan dan praktik keagamaannya tanpa takut menjadi sasaran diskriminasi atau penindasan. Kesetaraan juga berarti mengakui keberagaman dalam masyarakat dan menghargai kontribusi yang beragam dari semua kelompok agama. Ini melibatkan pengakuan terhadap hak-hak minoritas dan perlindungan terhadap mereka dari segala bentuk penindasan atau marginalisasi.

Pembangunan Sosial dan Ekonomi

Moderasi beragama bukan hanya tentang hubungan antaragama, tetapi juga tentang meningkatkan kualitas hidup semua warga negara, tanpa memandang agama.

Pembangunan sosial-ekonomi yang inklusif memainkan peran kunci dalam memperkuat moderasi beragama dengan menciptakan kondisi yang memungkinkan semua warga negara untuk hidup sejahtera dan berdaya. Melalui kesetaraan akses dan peluang, pemberdayaan komunitas lokal, dan pendekatan humanis, Indonesia dapat memperkuat kerukunan antarumat beragama dan menciptakan masyarakat yang inklusif, berkelanjutan, dan damai bagi semua.

Meskipun Indonesia telah berhasil dalam banyak hal dalam mempromosikan moderasi beragama, terdapat tantangan yang perlu diatasi agar tidak muncul adanya perselisihan hingga berujung pada perpecahan, beberapa hal itu yakni:

Radikalisasi 

Ancaman dari kelompok-kelompok radikal yang mencoba memecah belah masyarakat dengan memanfaatkan perbedaan agama.

Radikalisasi bisa masuk menggunakan Manipulasi Politik, Beberapa kelompok politik atau agama dapat memanfaatkan agama untuk mencapai tujuan politik mereka, dengan merangsang atau memperkuat sikap-sikap ekstrem di antara anggota masyarakat.

Selain itu, radikalisasi biasanya juga dipromosikan melalui propaganda Online. Internet dan media sosial memainkan peran penting dalam penyebaran ideologi radikal, di mana individu dapat terpapar pada pandangan-pandangan ekstrem dan terisolasi dari perspektif yang lebih moderat.

Diskriminasi :

Masih terdapat kasus-kasus diskriminasi berbasis agama, baik dalam kebijakan publik maupun interaksi sosial sehari-hari.

Politik Identitas 

Penggunaan agama dalam politik identitas dapat memperkeruh situasi dan memecah belah masyarakat.

Isu-isu politik identitas menjadi isu yang krusial dalam moderasi beragama karena hal ini sangatlah sensitif.

Persoalan politik identitas menghangat di Indonesia paling tidak selama 10 tahun terakhir. Hal ini berakibat kehidupan antar umat beragama yang penuh kecurigaan satu dengan lainnya. Politik identitas biasanya akan semakin menghangat ketika akan memasuki peristiwa kontestasi politik dan akan mereda setelahnya.

Kejadian ini perlulah disadari bersama bahwa politik identitas hanyalah alat untuk melakukan propaganda untuk kepentingan tertentu dan sesaat saja.

Berbagai tantangan itu harus diambil oleh semua anak bangsa untuk mengambil peran dalam upaya moderasi beragama demi terwujudnya toleransi yang ideal dalam bermasyarakat.

Dalam hal ini negara juga harus hadir setidaknya memberikan pendidikan Agama yang toleran, Membangun institusi-institusi yang mempromosikan kesetaraan dan keadilan bagi semua warga negara serta Mengambil tindakan tegas terhadap tindakan diskriminatif dan radikal yang mengancam stabilitas sosial. Selain itu, forum atau diskusi yang melibatkan antar agama juga harus diperbanyak dan diperluas jangkauannya.

Moderasi beragama adalah fondasi yang kuat bagi keberhasilan Indonesia dalam menjaga harmoni sosial di tengah keragaman yang kompleks. Dengan menjaga komitmen terhadap prinsip-prinsip moderasi beragama, Indonesia dapat terus menjadi contoh bagi dunia dalam membangun masyarakat yang inklusif dan harmonis.

Pos terkait