Kemerdekaan hanya bisik bisik
yang tenggelam di dalam rumah
sendok dan piring berdoa
menatap kompor yang jarang menyala
dibayangi langkah anak anak
Dikuntit ajakan untuk masuk penjara
Kemerdekaan hanya ada di bulan Agustus
Untuk dimakamkan di bulan bulan berikutnya
Di hari hari biasa, diulang dalam apel dan upacara
Perihnya merambat melalui pidato yang kehilangan nadi dan pembuluh darah
Ayah masih lembur
Tirakat mengurangi makan dan tidur
Sambil berharap di jalan
Tidak dibegal
Dan ditilang kemalangan
Istri menyiapkan makanan di dapur
Berbekal beras berjamur hasil nempur
anak anak bermimpi mengejar pelangi
Tapi matanya berkunang kunang
Perutnya belum terisi
Ibu berkeliling jual jajan
Menawarkan mata anak anaknya
Yang belum sarapan
Bendera berkibar tinggi
Tapi dirumah hanya ada nasi putih
Dibumbui nyeri ulu hati



