kembang kopi dan melati bersaing wangi
buliran embun di daunnya perlahan luruh oleh matahari
dan air di matakupun jatuh
takbir itu semakin menggema
dan kita sudah senja
kaki2 rapuh mulai melangkah menujuMu
mendekat pada masjid dan mushola
saat angin berhembus berbisik suara
apa qurban terbesar dalam hidupmu??
dan langkahpun berhenti sejenak
merenung
banyak pengorbanan yang sia-sia
tapi Gusti Allah mboten sare
Pada Pagi



