Sempatkanlah rindu pada yang terpisah,
sebab ruang hatimu akan menganga dan kosong jika tidak ada yang mengisinya.
Pada apa dan siapa
Pada semesta dan pencipta
Sempatkanlah kangen pada yang tiada,
sebab ruang pikirmu akan sesat jika tak tau cara kembali ke rumah.
Pada bau tanah basah dan wangi bunga
Pada derit sapu yang menggesek serpihan debu.Oh,
Itu bau penggorengan dan gosong ikan peda
Sambal terasi dan sayuran mentahDan liurku menetes basah
Sempatkanlah sedih pada apa yang ada,
sebab jendela rumah yang terbuka mengajarkan pada kita bagaimana mereka mencarinya,
bahkan untuk memiliki harus mencuri dan korupsi.
Kita di sini di perjalanan ini hanya singgah sejenak dan istirah,
menziarahi toriqah yang kita pilih dan kelak akan sampai padaMu,
pada perjumpaan ilaihi Raji’un.
SEMPATKANLAH



