Menuju Santri Cerdas Di Era Digital, PKM Universitas Sunan Gresik Gelar Pendampingan Soft Skill, dan Penguatan Spiritual

Tingginya penggunaan media sosial di kalangan remaja tidak hanya memberikan manfaat sebagai sarana komunikasi dan sumber informasi, tetapi juga memunculkan berbagai tantangan, seperti penyebaran hoaks, Fear of Missing Out (FOMO), kecanduan game, bullying digital, hingga menurunnya kesehatan mental, semangat belajar dan kepercayaan diri. Berangkat dari fenomena tersebut, Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Sunan Gresik yang diketuai oleh Rosedah Sa’datul Marwah, M.Pd. melaksanakan program bertajuk Pendampingan Soft Skill dan Penguatan Literasi Digital serta Spiritualitas bagi Siswa Mukim Pondok Pesantren pada tahun 2026. Program ini bertujuan membentuk generasi santri yang religius, berkarakter, adaptif, dan mampu menghadapi perkembangan teknologi secara bijak. Kedatangan kami disambut dengan hangat oleh para guru disana.

 

Kegiatan kami diawali dengan kunjungan dan identifikasi kebutuhan mitra melalui observasi, wawancara dengan guru untuk mengidentifikasi kondisi disana. Gambar di atas menunjukkan proses perizinan dan pemetaan kebutuhan siswa sebagai dasar penyusunan program pelatihan. Selanjutnya, peserta memperoleh materi tentang komunikasi interpersonal, kepemimpinan, manajemen waktu, penguatan spiritualitas, serta pemahaman literasi digital yang menekankan kemampuan berpikir kritis dan penggunaan media sosial secara sehat.

 

Kegiatan PKM ini sudah berjalan kurang lebih satu semester. Dan puncak kegiatan kami lakukan di hari Rabu 10 Juni 2026. Peserta PKM berasal dari siswa kelas VIII yang berjumlah 33 siswi. Selama pelaksanaan kegiatan, peserta menunjukkan antusias yang tinggi, keterlibatan yang interaktif melalui sesi tanya jawab, dan refleksi diri mengenai tantangan kehidupan remaja di era digital. Peserta juga memperoleh edukasi mengenai bahaya FOMO, cyberbullying, kecanduan permainan daring, serta pentingnya menyaring informasi sebelum menyebarkannya di media sosial. selain itu, penguatan spiritualitas dilakukan melalui internalisasi nilai-nilai keislaman, pembiasaan ibadah, dan pembinaan karakter sebagai upaya membangun ketahanan mental digital (digital resilience) di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi. Ananda X memberikan Kesan setelah terselenggaranya PKM ini “saya baru tau gejala yang saya alami berbahaya, ada dampak luarbiasanya ketika saya kecanduan main sosial media, karena mudah marah dan gelisah ketika ketinggalan Trend.”

 

Pasca kegiatan pelatihan, kami mengambil data posttest dengan beberapa sampel siswi agar bisa mengukur keberhasilan PKM kali ini. Hasil evaluasi menunjukkan adanya dampak positif terhadap perkembangan siswa dari 33 siswa kelas 8 di MTs Nur Rahmat menunjukkan bahwa sebanyak 25 siswa memperoleh skor di atas 80 dari skor maksimal 100 dan termasuk dalam kategori tinggi. Meskipun demikian, keberhasilan program tidak hanya ditinjau dari capaian skor semata, tetapi juga dianalisis secara kualitatif melalui observasi, wawancara dengan guru, serta respons siswa selama mengikuti kegiatan. Bapak Guru Z.A menyampaikan “ bahwa kami senang, sekolah ini masuk dalam perhatian para akademisi. Saya melihat adanya perubahan perilaku yang lebih positif dari siswai kami, hal tersebut ditandai dengan meningkatnya partisipasi siswa di kelas, keberanian dalam mengemukakan pendapat, serta munculnya sikap proaktif dalam mencari informasi dan kritis menyikapi sesuatu. Pada aspek spiritual, para siswa mukim pondok mulai memaknai ibadah secara lebih mendalam melalui sregep jamaah sholat, aktif membaca kitab kuning, dan menjalankan puasa sunnah sebagai bagian dari pembentukan karakter dan pengendalian diri mereka”.

 

Melalui kegiatan ini, Universitas Sunan Gresik menegaskan komitmennya dalam mendukung pembentukan generasi santri yang religius, berintegritas, dan adaptif terhadap tuntutan abad ke-21. Di akhir kami melakukan tanda tangan perjanjian MOU guna melanjutkan program ini. Program ini menjadi inovasi karena mengintegrasikan pengembangan soft skill, penguatan spiritualitas, dan literasi digital dalam satu model pembinaan yang utuh. Ke depan, hasil pengabdian ini diharapkan dapat direplikasi oleh pondok pesantren lainnya melalui sinergi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat guna melahirkan generasi muda yang cerdas, berkarakter, serta mampu memanfaatkan teknologi secara sehat dan bertanggung jawab.

 

Pos terkait

banner 468x60