Desa wisata Adat Arjasa adalah sebuah desa di Kabupaten Jember yang terkenal karena warisan adat, budaya, dan peninggalan sejarahnya sejak zaman sebelum islam masuk ke Nusantara. Salah satu yang menjadi ciri khas terkenal dari desa ini adalah kerajinan seni lokal berupa batik yang telah menjadi simbol penguat identitas Desa Wisata Adat Arjasa.
Kerajinan Batik di Desa Wisata Adat Arjaza merupakan kekayaan lokal yang tidak hanya menjadi penguat identitas, namun juga menjadi representasi dari kekayaan dan potensi lokal Desa Wisata Adat Arjasa.
Berdasarkan potensi kekayaan lokal tersebut, Tim Program Mahasiswa Berdesa (PROMAHADESA) Universitas Jember di bawah naungan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Jember berupaya merekonstruksi dan mengembangkan branding potensi lokal tersebut supaya bisa dikenal lebih luas dan tetap terjaga keberlanjutannya.
Selama beberapa hari melakukan survey lapangan, tim PROMAHADESA Universitas Jember telah mendatangi dua pengrajin batik dari Desa Wisata Arjasa, yaitu Batik Silabango dan Batik Citra Aryarajasa. Kedua batik tersebut sama-sama menjadi kekayaan lokal yang menjadi keistimewaan dari desa ini.
Batik Silabango merupakan salah dua dari batik yang terdapat di Desa Wisata Adat Arjasa yang dirintis oleh Mbak Enno Helga. Batik ini dikenal dengan pengerjaannya yang rapi serta warna-warna gonjreng khas Jember. Batik ini mulai ditekuni dan dirintis kurang lebih sekitar tahun 2018 dengan filosofi motifnya lahir dari kekayaan lokal Arjasa seperti keris sebagai simbol kewibawaan, kesenian Ta’-butaan sebagai representasi mitologi, hingga kisah Pangeran Aryojoso yang digambarkan berbentuk buaya.Adapun Produksi batik ini masih bergantung pada bahan dari Solo, namun ciri khas pewarnaannya yang kontemporer membuat berbeda dari batik lain.

Keistimewaan Batik Silabango semakin diakui ketika berhasil masuk 7 besar pembatik binaan Bank Indonesia, bahkan sampai menembus kompetisi internasional di Italia dan New York, serta telah mendapatkan HAKI (Hak atas Kekayaan Intelektual) atas karya batiknya. Hal ini menunjukkan bahwa karya dari desa kecil pun mampu berbicara di panggung dunia. Namun beberapa tantangan ternyata tidak luput dari Batik Silabangi, seperti kurangnya branding dan minat konsumen yang sangat mempengaruhi keberlanjutan batik ini, sehingga Mbak Enno Helga terpaksa vakum sementara dari kerajinan batik ini kurang lebih selama satu tahun.
Batik kedua yang terdapat di Desa Wisata Adat Arjasa adalah Batik Citra Aryajasa, yang dirintis oleh Mas Hadi Jaita. Kehadiran batik ini tidak lepas dari peran serta masyarakat desa, khususnya atas usulan dan permintaan dari Ibu Kepala Desa Arjasa yang mendorong lahirnya sebuah karya batik khas desa. Sebelum terjun ke dunia batik, Mas Hadi Jaita memang sudah berangkat dari hobi melukis dan menjahit. Kecintaan pada seni rupa dan keterampilan tangan itu kemudian beliau kembangkan menjadi sebuah usaha batik yang kini menjadi salah satu identitas budaya Arjasa.

Batik Citra Aryajasa memiliki ciri khas dengan bermotif Ta’-Butaan dan kesenian simbol lain dari desa sebagai lambang kehormatan dan kekayaan Desa Wisata Adat Arjasa. Motif dalam batiknya, bukan sekadar ornamen semata, melainkan juga mengandung filosofi Islami yang kuat. Dalam tradisi Islam, penggambaran makhluk hidup secara persis dianggap tidak sesuai, sehingga motif batik ini lebih menekankan pada bentuk simbolik, stilisasi, dan abstraksi. Dengan demikian, setiap goresan dan pola yang dihasilkan bukan hanya indah secara visual, tetapi juga sarat makna spiritual dan filosofis.
Kehadiran dua batik tersebut menjadi bukti bahwa Desa Wisata Adat Arjasa memiliki tradisi dan budaya yang kuat sebagai desa wisata adat. Batik Silabango dengan warna gonjrengnya yang menampilkan semangat ekspresif masyarakat Jember, sementara Batik Citra Aryajasa yang menghadirkan nuansa filosofis Islami yang lebih lembut harapannya akan saling melengkapi, memperkaya ragam batik Nusantara, dan menjadi bukti bahwa Desa Wisata Adat Arjasa mampu melahirkan karya besar yang diakui hingga tingkat internasional.



