PUGER KULON – Tim Dosen dan mahasiswa dari Jurusan Kesehatan dan Jurusan Teknologi Informasi Politeknik Negeri Jember (Polije) mengimplementasikan pemetaan hotspot populasi kunci berbasis komunitas menggunakan aplikasi digital E-LASKAR di Desa Puger Kulon, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember. Program pengabdian masyarakat skema Desa Binaan ini didanai oleh sumber dana PNBP P3M Polije untuk mendampingi wilayah pesisir yang memiliki mobilitas dan aktivitas masyarakat yang beragam.
Penggunaan aplikasi E-LASKAR dirancang untuk mentransformasi sistem pencatatan manual menjadi pemetaan digital berbasis spasial. Melalui fitur visualisasi spasial dan pengelompokan wilayah (clustering), tim kader kesehatan desa bersama mitra dapat menentukan titik lokasi prioritas intervensi penjangkauan program HIV/AIDS secara presisi.
Rangkaian kegiatan diawali dengan koordinasi wilayah bersama Pemerintah Desa Puger Kulon, Puskesmas Puger, serta Yayasan Langkah Sehat dan Berkarya (LASKAR). Tim pengabdi Polije yang diketuai oleh Faiqatul Hikmah bersama anggota (Dia Bitari Mei Yuana, Nilam Puspitasari, Nurina Aprilya, dan Mujiono) memberikan pembekalan dan pelatihan langsung (hands-on practice) kepada para kader kesehatan mengenai cara kerja aplikasi, observasi lapangan, hingga teknik penilaian indikator hotspot.


Tak hanya simulasi dalam ruangan, para kader kesehatan didampingi tim pengabdi terjun langsung melakukan observasi dan praktik penggunaan aplikasi E-LASKAR di titik-titik hotspot wilayah setempat. Para kader secara mandiri melakukan identifikasi kondisi lingkungan, menentukan koordinat lokasi geografis, hingga menginput data ke dalam sistem E-LASKAR.

Sebagai komitmen keberlanjutan program, tim pengabdi Polije secara resmi melakukan penyerahan aplikasi E-LASKAR kepada Yayasan LASKAR selaku mitra penjangkau berbasis komunitas pada 24 Agustus 2026. Penyerahan ditandai dengan penandatanganan Berita Acara Serah Terima (BAST) Nomor 04674/DST/PL17.4/DT.06.01/2026.
Seluruh rangkaian proses pemetaan lapangan ini dilaksanakan dengan memegang teguh prinsip etika, yakni menjaga kerahasiaan identitas, privasi, serta mengedepankan asas non-stigma dan non-diskriminasi. Pemetaan difokuskan secara penuh pada karakteristik lingkungan dan lokasi fisik, bukan untuk mengidentifikasi status kesehatan individu.
Integrasi pemetaan berbasis komunitas dan teknologi digital E-LASKAR ini diharapkan dapat memperkuat sistem informasi penjangkauan HIV/AIDS yang lebih terarah, efektif, dan berbasis data di tingkat desa pesisir secara berkelanjutan.



