LAMONGAN – Upaya meningkatkan kualitas lingkungan hidup dan memperluas ruang terbuka hijau (RTH) terus didorong melalui gerakan penghijauan berbasis partisipasi masyarakat. Salah satunya diwujudkan melalui inovasi TARI BORAN (Tanam Rindang Borong Tanaman) yang mengajak masyarakat, komunitas, pendidik, dan peserta didik terlibat langsung dalam penyediaan, penanaman, serta pemeliharaan tanaman.
Inovasi tersebut hadir sebagai respons terhadap masih minimnya penanaman pohon rindang dan pembudidayaan tanaman peneduh maupun produktif di sejumlah lingkungan sekolah dan ruang publik. Kondisi tersebut dapat berdampak pada rendahnya kualitas mikroiklim, berkurangnya kenyamanan lingkungan, serta belum optimalnya fungsi ruang terbuka hijau.
Melalui TARI BORAN, penghijauan tidak hanya ditempatkan sebagai kegiatan penanaman pohon, tetapi dikembangkan menjadi gerakan kolektif yang mengedepankan semangat gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan.
Konsep utama inovasi ini adalah “Borong Tanaman”, yakni menggerakkan swadaya masyarakat dan para pemangku kepentingan untuk menyediakan berbagai jenis tanaman rindang dan tanaman buah secara kolektif. Bibit yang terkumpul kemudian ditanam pada lokasi-lokasi prioritas melalui gerakan “Tanam Rindang”.
Pelaksanaan TARI BORAN dilakukan melalui lima tahapan. Pertama, pemetaan lokasi dan kebutuhan tanaman dengan mendata area yang membutuhkan penghijauan serta menentukan jenis tanaman yang sesuai dan adaptif. Kedua, sosialisasi dan edukasi lintas sektor untuk membangun komitmen bersama antara masyarakat, sekolah, komunitas, dan lembaga terkait.
Tahap ketiga berupa aksi “Borong Tanaman” melalui pengumpulan bibit secara swadaya maupun melalui kemitraan. Selanjutnya dilakukan penanaman bersama pada titik-titik prioritas. Tahap terakhir adalah pemeliharaan dan evaluasi secara berkala untuk memastikan tanaman dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.
Selain menghasilkan lingkungan yang lebih hijau, TARI BORAN juga memiliki dimensi edukatif. Pembiasaan menanam dan merawat tanaman diharapkan mampu membentuk karakter peduli lingkungan, khususnya di kalangan peserta didik. Dengan demikian, penghijauan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menjadi budaya yang dilakukan secara berkelanjutan.
Inovasi ini memberikan manfaat bagi masyarakat dan sekolah berupa lingkungan yang lebih sejuk, rindang, indah, dan sehat. Dari sisi lingkungan, penambahan vegetasi dapat mendukung peningkatan RTH, membantu penyerapan karbon, serta menjaga fungsi resapan air.
Bagi pemerintah daerah, TARI BORAN menjadi salah satu bentuk dukungan masyarakat terhadap upaya penghijauan dan pembangunan berkelanjutan. Keberhasilan program diukur melalui tersedianya bibit tanaman hasil partisipasi kolektif, terlaksananya penanaman di lokasi prioritas, serta terbentuknya tim atau kelompok yang bertanggung jawab terhadap pemeliharaan tanaman.
Dalam jangka panjang, gerakan ini diharapkan mampu meningkatkan luasan dan kualitas penghijauan kawasan sekaligus menciptakan mikroiklim yang lebih nyaman. Lebih dari itu, TARI BORAN diharapkan menumbuhkan budaya gotong royong dan kepedulian lingkungan sehingga masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga menjadi aktor utama dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup.
Melalui semangat “Tanam Rindang, Borong Tanaman”, TARI BORAN menegaskan bahwa penghijauan dapat dimulai dari aksi sederhana yang dilakukan bersama. Semakin banyak pihak terlibat, semakin besar pula dampaknya dalam menciptakan lingkungan yang asri, sejuk, sehat, dan berkelanjutan.



