LAMONGAN — SDN Mlati menghadirkan inovasi PEPELING (Program Edukasi Peduli Lingkungan) sebagai upaya membangun budaya sekolah yang bersih, hijau, sehat, dan peduli lingkungan melalui kolaborasi antara sekolah, orang tua, komite, siswa, serta masyarakat.
Program tersebut lahir dari kebutuhan untuk memperkuat sinergi seluruh unsur ekosistem pendidikan dalam menangani persoalan lingkungan sekolah. Selama ini, berbagai program kebersihan dan kepedulian lingkungan kerap berjalan secara parsial sehingga belum sepenuhnya melibatkan masyarakat dan belum menciptakan rasa memiliki bersama terhadap keberlanjutan program.
Melalui PEPELING, SDN Mlati menerapkan pendekatan partisipatif dan bottom-up dengan memberikan ruang kepada kepala sekolah, guru, komite, orang tua atau wali murid, siswa, dan masyarakat untuk terlibat sejak tahap perencanaan hingga evaluasi.
Kepala SDN Mlati bersama tim mengembangkan program melalui pemetaan kondisi dan permasalahan lingkungan sekolah. Pemetaan dilakukan melalui diskusi kelompok terarah atau focus group discussion (FGD) yang melibatkan berbagai unsur sekolah dan perwakilan orang tua maupun siswa.
Hasil pemetaan kemudian menjadi dasar penyusunan program prioritas yang diintegrasikan dengan pembelajaran berbasis proyek. Program tidak berhenti pada edukasi mengenai lingkungan, tetapi diwujudkan melalui aksi nyata, antara lain pemilahan sampah, pembuatan pupuk atau kompos organik, serta pengembangan taman edukasi sekolah.
“PEPELING kami kembangkan agar kepedulian lingkungan tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi menjadi gerakan bersama. Anak-anak belajar melalui pengalaman nyata, sementara orang tua, komite, dan masyarakat memiliki ruang untuk berkontribusi,” demikian semangat yang dikedepankan dalam pelaksanaan program tersebut.
Keunggulan PEPELING terletak pada model kolaborasinya. Program tidak semata-mata berorientasi pada pemenuhan aspek administratif, tetapi mengutamakan dialog, pemetaan masalah secara bersama, pembagian peran, dan aksi langsung. Pendekatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan rasa memiliki sekaligus memperkuat keberlanjutan program lingkungan sekolah.
Dalam pelaksanaannya, seluruh pemangku kepentingan menyepakati kalender aksi kolaboratif dan membentuk Tim Sinergi Edukasi Lingkungan Sekolah-Masyarakat. Tim tersebut berperan dalam mengoordinasikan kegiatan, pendampingan, simulasi, serta evaluasi program secara berkala.
PEPELING juga diarahkan untuk memperkuat karakter siswa sesuai nilai Profil Pelajar Pancasila, terutama dimensi gotong royong serta kepedulian terhadap alam. Dengan demikian, pendidikan lingkungan tidak hanya diberikan melalui teori di dalam kelas, tetapi menjadi bagian dari kebiasaan dan budaya sekolah sehari-hari.
Dari sisi manfaat, siswa mendapatkan lingkungan belajar yang lebih bersih, sehat, nyaman, dan inklusif sekaligus memperoleh keterampilan ekologis sejak dini. Guru memperoleh ruang untuk mengembangkan pembelajaran yang lebih kontekstual, sedangkan orang tua dan komite dapat berkontribusi secara langsung dalam pendidikan karakter anak.
Program tersebut menargetkan keterlibatan lebih dari 85 persen warga sekolah dan pemangku kepentingan dalam kegiatan kolaboratif. Selain meningkatkan partisipasi, PEPELING diharapkan mampu meningkatkan efisiensi pengelolaan sampah serta mengurangi volume sampah sekolah yang berakhir di tempat pembuangan akhir.
Dengan menggabungkan pendidikan, aksi lingkungan, dan kolaborasi masyarakat, PEPELING diharapkan menjadi model pengembangan budaya sekolah yang berkelanjutan. SDN Mlati tidak hanya membangun sekolah yang lebih bersih dan hijau, tetapi juga menanamkan kesadaran bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang harus dimulai sejak usia sekolah.



