SEHATI PUKOMZYM SDN Karangwedoro Ubah Sampah Organik Menjadi Kompos dan Eco-Enzyme

LAMONGAN — SD Negeri Karangwedoro menghadirkan inovasi SEHATI PUKOMZYM (Jumat Sehat dan Bersih dengan Pembuatan Pupuk Kompos dan Eco-Enzyme) sebagai upaya membangun budaya peduli lingkungan sekaligus mengurangi sampah sekolah. Program tersebut mengajak seluruh warga sekolah terlibat aktif dalam menjaga kebersihan melalui metode ATM (Ambil, Taruh, Manfaatkan).

Inovasi ini dilatarbelakangi masih belum optimalnya penataan lingkungan sekolah serta rendahnya kesadaran sebagian warga sekolah dalam mengelola sampah. Kebiasaan membuang bungkus makanan sembarangan dan anggapan bahwa kebersihan merupakan tanggung jawab petugas kebersihan menjadi tantangan yang perlu diatasi sejak dini.

Melalui SEHATI PUKOMZYM, setiap warga sekolah yang melihat sampah didorong untuk mengambilnya secara sadar, menaruhnya pada tempat sampah terpilah, kemudian memanfaatkan sampah organik yang terkumpul untuk diolah menjadi produk yang bermanfaat.

“SEHATI PUKOMZYM tidak hanya berbicara tentang kebersihan sekolah, tetapi juga membangun karakter dan tanggung jawab bersama. Anak-anak dibiasakan memahami bahwa sampah yang dikelola dengan baik dapat menjadi sesuatu yang bermanfaat,” demikian semangat yang dikembangkan melalui program tersebut.

Pelaksanaan program dilakukan secara rutin melalui kegiatan Jumat Sehat dan Bersih. Siswa dan guru bersama-sama melakukan aksi kebersihan, memilah sampah organik basah dan kering, serta mengolahnya menggunakan sarana komposter yang telah disediakan.

Sampah organik seperti sisa makanan, buah, dan daun gugur dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan pupuk kompos dan eco-enzyme. Hasil pengolahan tersebut selanjutnya dapat dimanfaatkan untuk mendukung keasrian tanaman di lingkungan sekolah.

Kepala sekolah bersama guru juga memberikan edukasi dan pelatihan kepada siswa mengenai pemilahan serta pengolahan sampah. Sarana pendukung seperti tong komposter, tempat sampah terpilah, dan bahan fermentasi disiapkan agar kegiatan dapat berjalan secara berkelanjutan.

Program tersebut memiliki tiga tahapan utama, yakni persiapan, implementasi, serta pemantauan dan evaluasi. Pada tahap evaluasi, sekolah melakukan penilaian terhadap kualitas kompos dan eco-enzyme, tingkat kebersihan lingkungan, serta pemanfaatan hasil pengolahan untuk tanaman sekolah.

Untuk meningkatkan partisipasi, sekolah juga menerapkan sistem apresiasi atau reward bagi kelas maupun warga sekolah yang aktif dalam menjaga kebersihan dan menjalankan gerakan ATM. Pendekatan ini diharapkan mampu membangun motivasi sekaligus menciptakan agen perubahan lingkungan di sekolah.

SEHATI PUKOMZYM juga diarahkan untuk memberikan dampak yang lebih luas. Kebiasaan memilah dan memanfaatkan sampah yang diperoleh siswa di sekolah diharapkan dapat diterapkan di rumah dan lingkungan masyarakat.

Melalui inovasi tersebut, SDN Karangwedoro menargetkan terwujudnya lingkungan sekolah yang bersih, sehat, asri, dan berwawasan lingkungan menuju sekolah Adiwiyata. Program ini sekaligus menjadi sarana pembelajaran kontekstual bagi siswa untuk mengembangkan kreativitas, keterampilan, tanggung jawab sosial, serta pola hidup bersih dan sehat.

Dengan mengintegrasikan kegiatan kebersihan, pendidikan karakter, dan pengolahan sampah dalam satu gerakan, SEHATI PUKOMZYM diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan rutin Jumat Bersih, tetapi berkembang menjadi budaya sekolah yang berkelanjutan dalam mewujudkan Green School yang ASRI.

Pos terkait

banner 468x60