Memasuki minggu ketujuh pelaksanaan Pro Mahadesa, mahasiswa kembali melakukan kegiatan yang berfokus pada pengenalan dan pengembangan potensi ekonomi kreatif masyarakat lokal. Pada minggu ini, kegiatan diarahkan pada pendokumentasian dua kerajinan lokal, yaitu kerajinan kulit dan kerajinan lukis bakar.
Kegiatan pertama dilaksanakan pada 17 Agustus dengan melakukan pengambilan video di tempat kerajinan kulit milik Mas Pras. Dalam kegiatan ini, mahasiswa mendokumentasikan proses pembuatan berbagai produk berbahan dasar kulit, mulai dari proses pengolahan bahan hingga menjadi produk siap digunakan.
Pengambilan video tidak hanya menampilkan hasil akhir produk, tetapi juga proses dan keterampilan pengrajin dalam menghasilkan setiap karya. Dokumentasi tersebut nantinya digunakan sebagai bagian dari upaya branding dan promosi kerajinan lokal melalui media digital, sehingga produk dan keterampilan masyarakat dapat lebih dikenal oleh khalayak luas.
Selanjutnya, pada 20 Agustus, mahasiswa melakukan pengambilan video di Tony Artworks, yang bergerak dalam bidang kerajinan seni lukis bakar pada media kayu. Berbeda dengan teknik melukis pada umumnya, karya tersebut dibuat dengan memanfaatkan panas dari alat solder untuk membentuk gambar pada permukaan kayu.
Melalui kegiatan dokumentasi ini, mahasiswa berupaya memperlihatkan proses kreatif di balik karya lukis bakar, sekaligus memperkenalkan keunikan kerajinan tersebut sebagai salah satu potensi ekonomi kreatif lokal. Proses pengambilan video dilakukan dengan menampilkan detail pengerjaan serta hasil karya yang dihasilkan oleh pengrajin.
Kedua kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Pro Mahadesa dalam menggali dan memperkenalkan potensi lokal melalui media digital. Dengan mengangkat proses serta cerita di balik produk, diharapkan kerajinan kulit dan lukis bakar tidak hanya dikenal sebagai hasil karya, tetapi juga dapat memiliki daya tarik yang lebih luas di tengah perkembangan promosi berbasis media sosial.



