Detik yang Berjalan, Denyut yang Tak Kita Sadari

Setiap detik yang berlalu sedang mengurangi jarak kita menuju kematian.

 

Malam ini aku duduk diam, mendengarkan suara jam yang terus berdetak. Tik…tik…tik…

 

Tidak pernah berhenti. Aku lalu menyadari sesuatu yang membuat hati terasa sesak. Setiap satu detik yang berbunyi, ada waktu dalam hidup kita yang tidak akan pernah kembali.

 

Kita sering mengira waktu masih panjang.

 

Padahal…

Kita tidak pernah benar-benar tahu detik yang mana yang menjadi detik terakhir kita.

 

Aku kemudian merasakan denyut di pergelangan tangan.

Denyut…denyut…denyut…jantung masih bekerja tanpa pernah kita perintah, hanyalah manusia kecil yang sedang diberi kesempatan hidup di antara miliaran ciptaan Allah.

 

Mungkin selama ini kita mengira hidup adalah tentang berapa lama kita tinggal di dunia. Padahal mungkin yang lebih penting adalah: *untuk apa sisa waktu yang Allah berikan kepada kita?*

 

Karena suatu hari nanti…

Jam akan tetap berdetak, dunia akan tetap berputar, bintang-bintang tetap menghiasi langit, tetapi jantung kita mungkin sudah berhenti berdetak. Dan ketika itu terjadi, yang tersisa hanyalah amal yang pernah kita lakukan dan waktu yang telah kita sia-siakan.

 

Maka malam ini, ketika masih terdengar suara jam: tik…tik…tik…dan masih terasa: denyut…denyut…denyut…semoga kita sadar…itu bukan sekedar suara jam. Itu pengingat bahwa umur kita sedang berjalan. Dan setiap detik yang pergi adalah satu detik yang tidak akan pernah kembali.

 

Ya Allah, jangan biarkan detik terakhir kami datang ketika kami sedang jauh dari-Mu. Izinkan kami bertemu dengan-Mu dalam keadaan Engkau ridha kepada kami.

Pos terkait

banner 468x60