Jember, Program Mahasiswa Berdesa (Promahadesa) Candi Desa Arjasa menggelar serangkaian survei selama dua hari berturut turut, yakni pada Minggu (12/7/2026) dan Senin (13/7/2026). Kegiatan ini merupakan langkah awal yang strategis untuk memetakan potensi desa serta merumuskan program pemberdayaan yang tepat sasaran di Desa Arjasa, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Jember. Survei ini tidak hanya menyasar elemen masyarakat umum, tetapi juga menggali aspirasi dari berbagai pemangku kepentingan kunci di desa tersebut. Desa Arjasa sendiri dikenal memiliki potensi besar, baik di bidang kesejarahan, kearifan budaya lokal dan ekonomi kreatif.
Hari pertama survei dimulai dengan pendekatan kepada warga sekitar Balai Desa Arjasa. Lokasi ini dipilih sebagai pusat informasi dan interaksi masyarakat. Tim Promahades berhasil berinteraksi dan mewancarai salah satu warga yang bermata pencaharian sebagai penjaga warung, ibu itu menyambut baik kedatangan tim dan menyampaikan berbagai keluhan serta harapan, kepada Tim Promahadesa.

Titik fokus berikutnya adalah kawasan Sendang Tirta Amerta Rajasa. Sumber mata air ini bukan hanya penting secara ekologis sebagai penyedia air bagi masyarakat, tetapi juga memiliki nilai spiritual dan budaya yang kuat. Upacara adat Mendak Tirta Menggala yang rutin digelar di sini menjadi bukti kekuatan tradisi yang masih lestari. Potensi wisata melukat dan nilai historisnya menjadikan Sendang Tirta Rajasa sebagai aset desa yang sangat berharga untuk dijaga kesakralannya. Survei di sini bertujuan untuk mengidentifikasi peran sendang dalam kehidupan warga dan potensinya, serta menggali informasi dari warga sekitar sendang tersebut dengan menggunakan pendekatan Sejarah lisan. Setelah semua interaksi dengan warga, Tim promahadesa menyempatkan juga untuk mengunjungi Situs Calok yang merupakan
Memasuki hari kedua, orientasi survei bergeser pada pendekatan ke institusi pendidikan dan tokoh masyarakat. Kunjungan pertama dilakukan ke Mi Negeri 1 Jember yang beralamat di Jl. Rengganis No. 31 Arjasa. Tim Promahadesa disambut baik oleh kepala sekolah dan murid murid Mi Negeri 1 Jember. Survei di sini sebagai taaruf dan pengenalan serta difokuskan untuk menggali potensi kolaborasi antara Promahadesa dan pihak sekolah.
Tim Promahadesa melanjutkan perjalanan ke kantor Kepala Desa Arjasa untuk berdialog langsung dengan perangkat desa dan Pokdarwis. Pertemuan ini menjadi momen krusial untuk menyelaraskan program Promahadesa dengan visi dan misi pembangunan desa. Kepala Desa menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap program ini, seraya berharap agar kegiatan Promahadesa dapat memberikan solusi nyata bagi permasalahan yang dihadapi masyarakat, terutama di sektor branding Arjasa sebagai Desa Adat yang kaya akan wisata historis. Di balai desa Tim promahadesa juga bertemu dengan Mas Yanto yang merupakan budayawan Sanggar Putra Barong sekaligus seniman Ta Buta’an, sebuah kesenian mirip ondel-ondel khas Arjasa, Tim Promahadesa berbincang panjang lebar tentang Sejarah, asal usul, dan detail detail lannya.

Puncak survei hari kedua adalah wawancara mendalam dengan Thoni Artworks, seniman pirografi asal Arjasa yang karyanya telah mendunia. Imam Fathoni, nama asli Thoni, dengan ramah menerima tim di galeri sederhananya. Ia menceritakan perjalanan panjangnya menekuni seni lukis bakar yang dimulai dari iseng mencari kegiatan pemasukan sampingan sampai menjadi penghasilan utama. Seni pirografi atau bakar tulis sendiri membutuhkan ketelitian tinggi serta inovasinya dalam menciptakan karya-karya bernilai seni tinggi.
“saya membuat karya saya dari limbah limbah pemotongan kayu damar dan syukurnya banyak yang pesen kebanyakan dari luar Jember, seperti contohnya yang ini dari yang pesen dari Surabaya,” ujar Thoni saat ditemui di workshopnya, Senin (13/7/2026).
Potensi Thoni Artworks sebagai bagian dari paket wisata edukasi kreatif di Arjasa menjadi salah satu temuan penting dari survei ini. Kerjasama antara seniman lokal, pemerintah desa, dan akademisi diharapkan mampu mengangkat potensi desa secara lebih masif.
Secara keseluruhan, survei selama dua hari ini berhasil mengumpulkan data dan aspirasi yang sangat berharga. Sinergi antara masyarakat, institusi pendidikan, pemerintah desa, dan pelaku seni lokal menjadi modal utama untuk menyusun program pemberdayaan yang komprehensif, mulai dari pemetaan potensi desa, pengembangan dan branding untuk meraih pangsa wisatawan yang lebih lagi, hingga pengelolaan pariwisata berbasis Sejarah dan budaya di Desa Arjasa.



