Jember – Pemerintah daerah didorong melakukan keberanian dalam mengubah pola pengelolaan anggaran agar mampu menciptakan lompatan ekonomi. Pesan itu disampaikan Direktur Jenderal Percepatan Pembangunan Daerah Kemendes PDT, Drs. Samsul Widodo, M.A., saat menjadi pembicara dalam Sarasehan Nasional KAUJE Fest 2026 di Universitas Jember, Jumat (3/7/2026).
Menurut Samsul, masih banyak daerah yang memiliki porsi belanja modal di bawah 10 persen sehingga ruang pembangunan produktif menjadi sangat terbatas.
Ia menyebut Kabupaten Jember, Situbondo, Lumajang, Madiun, Ngada, dan Kepulauan Mentawai termasuk daerah yang belanja modalnya masih rendah.
Karena itu, ia mendorong pemerintah daerah melakukan efisiensi pada belanja barang dan jasa maupun belanja lainnya agar dana tersebut dapat dialihkan menjadi investasi pembangunan.
“Sedikit sekali bantuan pemerintah yang skalanya besar dan masif. Padahal jika satu kabupaten mampu mengembangkan komoditas tertentu secara besar-besaran, misalnya menanam tiga juta pohon kopi dalam tiga tahun, maka akan tercipta skala ekonomi yang mampu mempercepat kemajuan daerah,” ujarnya.
Gagasan tersebut menjadi salah satu fokus pembahasan dalam Sarasehan Nasional bertema “Akselerasi Membangun Indonesia dari Daerah: Menakar Sinergi Pusat dan Daerah untuk Kemajuan Bangsa” yang menjadi pembuka KAUJE Fest 2026.
Selain Samsul Widodo, forum juga menghadirkan peneliti senior BRIN Prof. Dr. R. Siti Zuhro, M.A., dan ekonom Universitas Jember Aditya Wardhana, S.E., M.Si., Ph.D., yang sama-sama menekankan pentingnya penguatan kapasitas daerah sebagai fondasi pembangunan nasional.
Rektor Universitas Jember Iwan Taruna menilai perguruan tinggi harus menjadi ruang lahirnya rekomendasi kebijakan yang dapat membantu pemerintah menyelesaikan berbagai persoalan pembangunan.
Sarasehan dihadiri sejumlah kepala daerah alumni UNEJ yang ikut memberikan pandangan mengenai tantangan pembangunan di wilayah masing-masing. Forum kemudian ditutup dengan pembacaan Pesan Kebangsaan UNEJ dan KAUJE sebagai rekomendasi bagi pemerintah pusat untuk memperkuat pembangunan Indonesia yang dimulai dari daerah.



