Universitas Jember (Unej) bersama Keluarga Alumni Universitas Jember (KAUJE) akan merumuskan rekomendasi strategis untuk memperkuat sinergi pemerintah pusat dan daerah. Gagasan tersebut akan dihimpun melalui Sarasehan Nasional bertema Akselerasi Membangun Indonesia dari Daerah: Menakar Sinergi Pusat dan Daerah untuk Kemajuan Bangsa yang digelar di Auditorium Soedjarwo Unej, Jumat (3/7).
Wakil Rektor IV Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unej, Fendi Setyawan, mengatakan tema pembangunan dari daerah dipilih karena dinilai sangat relevan dengan tantangan tata kelola pemerintahan saat ini. Menurutnya, daerah tidak lagi hanya menjadi pelaksana kebijakan pusat, tetapi juga harus menjadi sumber lahirnya gagasan pembangunan nasional.
“Selama ini pembangunan cenderung berjalan dari atas ke bawah. Kami ingin menghadirkan ruang diskusi yang mampu melahirkan pemikiran baru dari daerah sebagai masukan bagi pemerintah pusat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, seluruh hasil pembahasan dalam forum tersebut tidak berhenti pada diskusi semata. Berbagai pandangan dari akademisi, peneliti, ekonom, maupun kepala daerah akan dirangkum menjadi rekomendasi yang diharapkan dapat menjadi kontribusi nyata Unej dan para alumninya terhadap pembangunan nasional.
Sarasehan menghadirkan peneliti senior BRIN Siti Zuhro, Dirjen Percepatan Pembangunan Daerah Kemendes PDT Samsul Widodo, serta ekonom Unej Aditya Wardhana sebagai narasumber. Diskusi akan dipandu Ketua PWI Jawa Timur, Luthfi Hakim.
Perspektif lapangan akan diperkuat dengan kehadiran tujuh kepala daerah yang menjadi penanggap, yakni Bupati Jember Muhammad Fawait, Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo, Bupati Lumajang Indah Amperawati, Bupati Madiun Hari Wuryanto, Bupati Ngada Raymundus Bena, Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo, serta Bupati Mentawai Rinto Wardana. Menariknya, seluruh narasumber, moderator, dan kepala daerah yang terlibat merupakan alumni Universitas Jember.
Sarasehan Nasional ini juga menjadi pembuka rangkaian KAUJE FEST 2026 yang berlangsung pada 3–5 Juli. Ketua Panitia KAUJE FEST Abdul Kholik mengatakan festival alumni tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga ruang kolaborasi dan pengabdian alumni melalui berbagai kegiatan akademik, sosial, hingga olahraga. Setelah sarasehan, rangkaian kegiatan akan dilanjutkan dengan Jalan Gembira Nasional (JGN) III pada Sabtu (4/7) dan KAUJE Run pada Minggu (5/7).



