Sarasehan Nasional dalam rangka KAUJE Fest 2026 tidak hanya menjadi forum diskusi akademik, tetapi juga melahirkan rekomendasi kebijakan bagi pemerintah pusat. Di penghujung acara, Universitas Jember (UNEJ) bersama Keluarga Alumni Universitas Jember (KAUJE) membacakan Pesan Kebangsaan UNEJ dan KAUJE yang berisi gagasan strategis untuk mempercepat pembangunan Indonesia melalui penguatan daerah.
Sarasehan bertajuk “Akselerasi Membangun Indonesia dari Daerah: Menakar Sinergi Pusat dan Daerah untuk Kemajuan Bangsa” itu digelar di Gedung Soejarwo UNEJ, Jumat (3/7/2026), sebagai pembuka rangkaian KAUJE Fest 2026.
Rektor Universitas Jember, Dr. Ir. Iwan Taruna, M.Eng., IPM., ASEAN Eng., menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab menghadirkan ruang dialog publik yang mampu melahirkan solusi atas berbagai persoalan bangsa.
Menurutnya, pembangunan nasional harus dimulai dari persoalan yang paling dekat dengan masyarakat agar menghasilkan kebijakan yang benar-benar menjawab kebutuhan daerah.
Ketua Harian Pengurus Pusat KAUJE, Dr. Hendra Kurniawan, S.E., M.M., mengatakan sarasehan nasional merupakan bentuk nyata kontribusi intelektual alumni UNEJ bagi pembangunan Indonesia.
“Forum ini menjadi wadah bagi alumni untuk memberikan sumbangsih pemikiran nyata sekaligus memperkuat kolaborasi pusat dan daerah,” ujarnya.
Forum menghadirkan tiga narasumber utama, yakni peneliti senior BRIN Prof. Dr. R. Siti Zuhro, M.A., Dirjen Percepatan Pembangunan Daerah Kemendes PDT Drs. Samsul Widodo, M.A., serta ekonom UNEJ Aditya Wardhana, S.E., M.Si., Ph.D.
Ketiganya menyoroti pentingnya kepemimpinan daerah yang inovatif, penguatan investasi pembangunan, hingga optimalisasi potensi ekonomi lokal.
Diskusi semakin dinamis dengan kehadiran sejumlah kepala daerah alumni UNEJ, antara lain Bupati Jember Muhammad Fawait, Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo, Bupati Lumajang Indah Amperawati, Bupati Madiun Hari Wuryanto, Bupati Ngada Raymundus Bena, Bupati Kepulauan Mentawai Rinto Wardana, dan Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo.
Rangkaian sarasehan ditutup dengan pembacaan Pesan Kebangsaan UNEJ dan KAUJE sebagai rekomendasi kebijakan bagi pemerintah pusat. Dokumen tersebut menjadi simbol komitmen alumni dan sivitas akademika UNEJ untuk terus berkontribusi dalam pembangunan Indonesia yang lebih merata.



