Sholawat Al-Ghofilin di Lojejer, Masyarakat Diajak Menjaga Gunung Watangan dan Budaya

  • Whatsapp
Gus Baiquni ketika memimpin sholawat dalam rangkaian kegiatan Krida Sinatria Bhumi Watangan. Sumber foto : Panitia Kegiatan Krida Sinatria Bhumi Watangan

“Gusti Allah menganugrahkan Gunung Watangan kepada kita semua. Di dalamya ada hutan, hewan, gua purba. Ini penting sekali. Mari kita jaga bersama. Mari kita rawat, jangan sampai dirusak. Sekali lagi jangan sampai dirusak.” 

Begitulah petuah Gus Baiquni Purnomo, Pengasuh Majelis Sholawat Al Ghofilin, di hadapan lebih dari dua ribu jamaah yang memadati halaman Balai Desa Lojejer, Wuluhan, Jember, Selasa malam, (21/06).

Kegiatan ini merupakan rangkaian gelaran Krida Sinatria Bhumi Watangan yang dilaksanakan di kawasan Lojejer, 18-25 Juni 2022. Didampingi Gus Jaddin, adiknya, Gus Baiquni mengajak jamaah melantunkan sholawat kepada Kanjeng Nabi Muhammad SAW.

Dua ribuan jamaah larut ikut melantunkan sholawat dengan khusuk. Mereka ingin meneladani kebaikan Kanjeng Nabi Muhammad SAW dalam menjalani kehidupan bermasyarakat dan beragama. Gus Baiquni berpesan pentingnya menjaga alam dan budaya yang merupakan salah satu ajaran dalam beragama.

“Salah satu ajaran penting agama itu ya menjaga alam. Maka, kita tidak boleh merusaknya. Selain itu, agama juga berjalan beriringan secara damai dengan budaya. Karena keduanya bertujuan untuk kebaikan. Nah, kegiatan sholawatan dalam Krida Sinatria Bhumi Watangan ini membuktikan. Ini harus terus kita gerakkan ke penjuru Jember,” tegas Gus Baiquni ketika memberikan nasehat selepas melantunkan sholawat.

Kades Lojejer, Mumammad Sholeh mendukung dengan riang gembira dilaksanakannya sholawatan Al-Ghofilin.

“Kami, Pemdes Lojejer mendukung sepenuhnya kegiatan ini karena bertujuan baik, agar kehidupan dijiwai dengan nilai-nilai kebaikan, meneladani Kanjeng Nabi Muhammad SAW. Kami selama ini juga melakukan kegiatan sholawatan dan semaan Al-Qur’an secara rutin,” tuturnya di sela-sela memantau pelaksanaan sholawatan.

Menurut Basis Wanto, pimpinan produksi Krida Sinatria Bhumi Watangan, acara sholawatan akan menjadi salah satu menu dalam kegiatan seni dan budaya yang diselenggarakan DeKaJe bersama pemerintah desa dan lembaga-lembaga lainnya.

“Harapannya, masyarakat jadi paham bahwa kegiatan seni dan budaya itu tidak hanya perayaan alias selebrasi. Ada sholawatan yang memiliki nilai positif dan efektif untuk menyampaikan pesan religi dan lingkungan,” ucap lelaki kelahiran Sragen  yang sehari-hari bekerja di PT. Benih Citra Asia ini.

Salah satu tradisi baik dari sholawatan Al Ghofilin yang harus disebarkan adalah bahwa begitu acara berakhir di tengah malam, jamaah dan petugas kebersihan langsung membersihkan lokasi. Ini merupakan kerja nyata yang berkontribusi terhadap keberlanjutan lingkungan hidup serta berdampak positif bagi masyarakat.

Pos terkait