Upaya Erick Thohir Agar Milenial Miliki Hunian Layak Disambut Baik Kelompok Milenial

  • Whatsapp

Menteri BUMN, Erick Thohir berkomitmen untuk mendorong kemudahan milenial memiliki rumah. Menanggapi hal itu, Koordinator Bidang Hubungan Antar Lembaga, Penggerak Milenial Indonesia (PMI), Taufik menilai bahwa komitmen Erick untuk membantu milenial adalah tawaran visioner di tengah melesatnya bonus demografi.

“Demografi menjadi persoalan tersendiri bagi backlog sektor perumahan. Apa yang dilakukan oleh Pak Erick merupakan upaya untuk mengatasi masalah backlog perumahan. Apalagi saat ini dengan bonus demografi yang terjadi, backlog perumahan tambah meluas. Dampaknya, banyak milenial sulit memiliki hunian dan itulah yang coba Pak Erick bantu,” papar Taufik saat memberikan keterangan pada Sabtu (29/10/2022).

Bagi Taufik, kebutuhan untuk memiliki rumah bagi milenial adalah salah satu wujud pemerataan dan simbol dari pertumbuhan ekonomi yang baik. Atas dasar itulah, Taufik melihat peran penting Erick dan perusahaan BUMN dalam menyediakan rumah bagi milenial dengan harga yang relatif terjangkau.

“Punya rumah itu adalah simbol dari pertumbuhan ekonomi sekaligus wujud dari pemerataan ekonomi. Pak Erick dan BUMN tentu mengetahui problem tersebut tengah dihadapi oleh milenial dan berupaya untuk mengurai serta menyediakan tempat tinggal bagi milenial yang mudah dijangkau dan diakses, utamanya oleh transportasi umum,” jelasnya.

Lebih lanjut, Taufik turut menyinggung perihal kejelian Menteri BUMN dalam melihat bonus demografi di Indonesia, yang nantinya akan didominasi oleh penduduk berusia produktif, dan mereka secara tidak langsung akan menjadi penunjang perekonomian nasional.

“Peluang bonus demografi sangat diperhatikan betul oleh Pak Menteri, mengingat pada puncaknya nanti jumlah penduduk Indonesia akan didominasi oleh mereka yang berusia produktif dibanding penduduk non-produktif,” tambahnya.

Berdasarkan hasil pengamatannya, Taufik menegaskan bahwa upaya Erick untuk mengatasi backlog perumahan adalah murni untuk membantu kaum milenial yang sekitar 31 persen belum memiliki tempat hunian.

“Data terakhir yang kami lihat, ada sekitar 31 persen milenial di Indonesia yang masih belum memiliki tempat tinggal. Padahal mereka menjadi harapan untuk menunjang ekonomi nasional. Sehingga Pak Erick berupaya agar bisa membantu menyediakan dan menjadikan milenial ini lebih produktif,” pungkasnya.

Untuk diketahui, sebagai upaya mengatasi backlog, BUMN Perumnas menggelar Festival KPR Hunian Pemuda di Gedung Sarinah, Jakarta, Jumat (28/10/). Ajang yang berlangsung selama tiga hari tersebut diagendakan untuk menampilkan ragam proyek perumahan Perumnas yang strategis, solutif, dan cocok untuk milenial.

Pos terkait