Pada sebuah shubuh
Untaian takjub basahi bibir
Desah sesal terkulum dalam doa
Dan puja puji terangkum di hati
Sesekali mata terpejam
Ingatkan langkah akan jalan yg terlewati
Di atas sajadah
Kepak sayap membawa suka atau pun duka
Lantunan lelah dan letih
Hiasi nafas yang kian menjadi
Iringi hari yang kian menyepi
Berlabuhlah…
Saat penat membayangi kepalamu
Menepilah…
Ketika terik mentari membasuh tubuhmu
Berteduhlah….
Kala derasnya hujan membasahi sekujur ragamu
Ada kalanya
Hamparan tanah dan rerumputan
Tak serupa dengan angan atau keinginan
Seringkali yang tak terbayang
Menjelma pada sebuah gengaman
Lihatlah
Putaran itu adalah nyata
Berjalannya waktu hantarkan peralihan siang dan malam
Tumbuh kembang pada setiap zaman
Kenyataan yang tak terelakan
Ketika lelah
saat gelisah hampiri wajahmu
Atau saat hujan deras
Dan ketika musim kemarau tiba
Maka menepilah diatas sajadah
Dekaplah tasbih dalam untaian kata puja
Saat kau tebarkan tasbih, tahmid, takbir dan tahlil
Maka mata pun mulai redup & terpejam
Berserah Diri



