Akulah setan itu,
yang kau kutuk dalam setiap khotbah tapi diam diam kau cumbu mesra saat sendirian.
Kita telah bersepakat dalam setiap ruang kekuasaan;
Suara yg kau tambah satu untuk kepentinganmu, aku ada disitu.
Suara yg kau kurangi satu untuk lawanmu, aku yg mengajarkan itu.
akulah setan itu,
yang kau lempari batu dalam setiap ibadah haji, tapi diam diam kau dekap erat saat kau pulang.
Kita telah berkongsi dalam setiap celah pembangunan;
Aspal yang kurang satu mili dalam tebal jalan, aku yang menghitungkan.
Besi ukuran banci dalam Cor beton jembatan layang, aku yg menyelipkan.
Akulah setan itu,
Setan yang kau puja setiap waktu
Setan yang kau lafalkan dalam setiap dzikirmu.
(Enka, bukan fatwa)
AKULAH SETAN ITU



