JEMBER, Tim Promahadesa CANDI DESA (Ciptakan Aksi Nyata Desa Inspiratif) Arjasa melaksanakan kegiatan papanisasi di dua titik penting Desa Arjasa, yakni Sendang Tirta Amerta Rajasa dan Situs Calok, pada Jum’at (13/10/2026) dan Kamis (19/10/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat identitas Desa Arjasa sebagai desa adat yang kaya akan wisata historis, sekaligus memudahkan pengunjung mengenali lokasi dan memahami nilai historis yang melekat di dalamnya. Papanisasi yang dimaksud disini tak hanya sekadar memasang papan nama, tetapi juga menghadirkan informasi sejarah, petunjuk arah, serta menghadirkan barcode yang dapat discan oleh para wisatawan. Dengan adanya inisiasi ini diharapkan agar kedua situs tetap terjaga kelestariannya.
Sendang Tirta Amerta Rajasa dikenal sebagai sumber mata air yang penting secara ekologis bagi masyarakat Arjasa. Selain menjadi penyedia air, sendang ini memiliki nilai spiritual dan budaya yang kuat. Upacara adat Mendak Tirta Menggala yang rutin digelar di kawasan tersebut menjadi bukti bahwa tradisi masih lestari hingga kini. Potensi inilah yang dilihat oleh Tim Promahadesa CANDI DESA, kegelisahan yang terjadi ketika terdapat papan larangan berlumut milik ITS Mandala yang tumbang dan hampir jatuh ke dalam Sendang. Melalui papanisasi, Tim Promahadesa berharap pengunjung tidak hanya datang untuk melihat, tetapi juga memahami peran sendang dalam kehidupan warga serta mampu memantik rasa kedekatan ekologis dan historis khalayak sekitar.
Titik kedua, Situs Calok, merupakan peninggalan prasejarah yang menyimpan cerita panjang tentang peradaban masa lalu Arjasa. Di situs ini terdapat beberapa batu kenong yang digambarkan sebagai para resi atau pendeta Hindu yang sedang bertapa membentuk lingkaran. Di tengahnya berdiri batu menhir yang dahulu diperuntukkan sebagai tempat menaruh seserahan kepada Sang Hyang.
Situs sepenting ini belum memiliki infrastruktur yang memadai sebagai media pembelajaran dan penyaluran informasi historis. Sebelumnya memang sempat ada usaha berupa gapura dan papan informasi yang dicor pada satu kaleng cat 5 kg, tapi karena kurangnya perawatan dan umur yang sudah uzur keduanya dimakan rayap. Papanisasi di Situs Calok diarahkan untuk memberikan pemahaman kepada pengunjung mengenai fungsi dan makna setiap batu, sehingga kunjungan tidak berhenti pada sekadar dokumentasi, tetapi juga penghayatan terhadap nilai sejarah dan budaya. Selain papan informasi Tim Promahadesa CANDI DESA juga menambahkan papan penunjuk arah, lantaran pengunjung seringkali tersesat mencari keberadaaan situs tersebut, juga di daerah tersebut cukup terpencil sehingga beberapa provider data seluler tak optimal memancarkan sinyal gawai, dan membuat kebingungan bersama.
Ibu Juhairiyah, selaku juru kunci situs Calok sangat menyambut hangat dan berterima kasih yang sebesar besarnya kepada usaha papanisasi ini.
“Alhamdulilah dengan adanya papan ini sangat terbantukan sekali untuk kunjungan yang mau ke situs Calok sekarang tepat sasaran, enggak kesasar lagi, alhamdullilah nggeh” ujarnya.
Kegiatan ini melibatkan kolaborasi antara Tim Promahadesa, warga Desa Arjasa, dan Pokdarwis. Sinergi tersebut menjadi modal penting dalam menyusun program pemberdayaan yang berkelanjutan, terutama di sektor pariwisata berbasis sejarah dan budaya.
Pihak desa menyambut baik inisiatif ini karena dinilai sejalan dengan visi pembangunan desa yang ingin mengangkat Arjasa sebagai destinasi wisata edukasi dan budaya. Warga desa juga kami rangkul dengan kami gunakan produk khas Arjasa dan jasanya sebagai pembuat dan pemasang papanisasi, warga juga turut mengapresiasi langkah progresif ini, serta berharap akan lebih membuminya wisata Arjasa di mata Kabupaten Jember. Dengan adanya papan informasi yang tertata, diharapkan pengelolaan situs menjadi lebih tertib, ramah pengunjung, dan tetap menghormati nilai-nilai adat yang berlaku.



