Ikatan Doktor Komunikasi UNPAD Nilai Buku Metode Penelitian Komunikasi Layak Jadi Rujukan

  • Whatsapp
Ikatan Doktor Ilmu Komunikasi UNPAD Nilai Buku Metode Penelitian Komunikasi Layak Jadi Rujukan

Jakarta-Buku metode penelitian komunikasi hingga saat ini masih terbatas dipasaran. Buku karya Prof Dr Sugiyono dan Dr Puji Lestari, M.Si, yang diterbitkan akhir tahun 2021 ini paling lengkap, dan lebih spesifik untuk ilmu sosial khususnya ilmu komunikasi, sehingga layak menjadi rujukan.

Prof Dr Sugiyono penulis buku ini memaparkan, bahwa dirinya telah menulis berbagai buku moteode penlitian, namun buku ini, selain lebih tebal, juga berisikan hal baru tentang motode penelitian baik kualitatif maupun kuantitatif, dan lebih spesifik pada bab awal dibahas tentang metode penelitian di bidang ilmu komunikasi. Hal itu disampaikan oleh Prof Dr Sugiyono, pada Bedah Buku Modet Penelitian Komunikasi di Kampus Moestopo (Beragama) Jakarta, Rabu 13 Oktober 2021.

Bacaan Lainnya

Buku setebal 780 halaman ini, ditulis bersama Dr Puji Lestari, M.Si, Dosen Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta.

Dr Puji, demikian panggilan akrabnya, menulis tentang penelitian pada disiplin ilmu komunikasi. Penelitian komunikasi, mulai banyak diminati selain karena jumlah mahasiswa S1, S2, dan S3 komunikasi yang terus bertambah, juga para praktisi komunikasi dan akademisi banyak yang menekuni ilmu komunikasi.

“Untuk itu, saya menulis buku ini sebagai tambahan referensi bagi mahasiswa dan peniliti komunikasi, disela-sela kesibukan mengajar dan meneliti. Saya bersama Prof Sugiyono, karena buku beliau banyak dikutip oleh mahasiswa saat melakukan penelitian,” jelas Dr Puji.

Ketua umum Ikatan Doktor Ilmu Komunikasi (IDIK) UNPAD, Dr Pitoyo, SS, M.IKom menyambut baik diterbitkan dan dipasarkannya buku Metode Penelitian Komunikasi ini. Buku ini menjadi rujukan mahasiswa untuk menulis skripsi, tesis dan disertasi komunikasi. Hingga saat ini, setidaknya ada beberapa buku metode peniltian komunikasi, yakni karya Dr. Djalaluddin Rahmad dan Prof Deddy Mulyana, PhD, yang banyak dikutip mahasiwa dalam menulis karya ilmiah, baik skrips, tesis dan disertasi.

“Hadirnya buku ini menambah referensi bagi mahasiswa dan peneliti komunikasi. Apalagi, Prof Sugiyono melengkapi cara menulis jurnal nasional dan internasional, yang saat ini menjadi tumpuan bagi akademisi untuk mendapatkan jenjang karier akademisnya,” ungkap Dr. Pitoyo, yang juga seorang praktisi di Tribun Network, yang juga akademisi ini.

Detail Buku Ilmu Komunikasi

Menurut Prof Dr Sugiyono, buku Metode Penelitian Komunikasi ini terdiri atas empat bagian. Bagian Pertama, Perspektif Metode Penelitian Komunikasi terdiri atas Bab 1 dan 2. Bagian kedua, membahas metode penelitian kuantitatif, pada bab 3 – 12. Bagian ketiga, membahas metode penelitian kualitatif pada Bab 13-19. Bagian empat membahas tentang cara menulis jurnal nasional dan internasional.

Buku ini, tambah Prof Dr Sugiyono, sengaja tidak membahas tentang penelitian gabungan kuantitatif dan kualitatif atau lazim dikenal dengan sebutan Mix Methode, karena kuatir jumlah halamannya melebihi 1.000 halaman. Untuk itu, hanya dibatasi pada metode penelitian kuantitatif dan kualitatif saja. Kendati ada tambahan kata Komunikasi, pada judul buku ini, namun buku ini juga bisa digunakan untuk penelitian ilmu sosial lainnya.

Prof Dr Sugiyono yang karyanya banyak dibaca para peneliti ini, mengaku mengawali karya tulis berupa buku metode penelitian, karena saat menulis tesis, selalu disalahkan oleh dosen pembimbing. Sejak saat itu, kata Prof Dr Sugiyono dirinya merasa tertantang untuk menulis buku tentang metode penelitian kuantitatif dan kualitatif agar menjadi panduan bagi mahasiswa yang sedang menyusu skripsi, tesis dan disertasi.

Buku yang diterbitkan oleh Penerbit Alfabeta Bandung ini, mengupas juga tentang perbedaan penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa S1 saat menulis skripsi, tesis dan disertasi. Masing-masing memiliki bobot yang berbeda. “Dengan referensi buku ini, maka diharapkan, tidak ada penulisan tesis yang berasa skripsi, atau penulisan disertasi yang rasa tesis, karena itu tidak boleh atau kurang lazim. Namun sebaliknya, tesis yang berarasa disertasi atau skripsi rasa tesis, itu justru baik,” ujar Prof Dr. Sugiyono.

Pada penulisan skripsi, tambah Prof Dr Sugiyono, berdasarkan level penelitiannya, tekanannya pada program mampu mengaplikasikan IPTEK dalam bidang keahliannya. Program S2, mengembangkan IPTEK hingga menghasilkan karya inovatif dan teruji dengan pendekatan inter atau multidisipliner. Program Doktor, menciptakan IPTEK yang menghasilkan karya kreatif, original dan teruji dengan pendekatan inter, multi dan transdisipliner.

Fungsi penelitian, terdiri atas tiga hal. Pertama Need to Know, yakni penelitian dengan menggunakan metode kuantitatif, motede kualitatif, mix methode serta Ex-post Facto. Kedua, Need To Do, yakni penelitian R & D dan action research. Ketiga, Need To Choose, yakni evaluations resereach dan policy research. Sebelum melakukan penelitian, perlu dipahami terlebih dahulu tiga hal tersebut, agar hasil penelitiannya dapat dimafaatkan secara optimal.

Dr Puji, memaparkan tentang penelitian kualitatif yang sering digunakan mahasiswa baik S1 dan S2 yakni dengan kajian media, diantaranya ada empat analisa yang memperkuat penelitiannya, yakni, Content Analysis, Discourse Analysis, Semiotic Analysis dan Framing Analysis. Kajian ini cukup populer di kalangan mahasiswa dan praktisi yang meneliti tentang media.

Mengupas Beberapa Pendekatan Teori

Pada buku ini dibahas secara detail tentang empat pendekatan teori terkait dengan media ini, termasuk tentang grand theory Semiotika Pierce, yang terdiri atas segitiga, ikon, indeks dan simbol. Begitu juga Framing Analysis, yang demikian populer, di masyarakat, dibahas secara detail bagaimana meneliti dengan teori ini dalam kajian komunikasi.

“Kita ketahui, banyak orang bicara tentang Framing Media, nah dibuku ini dibahas detail dengan contoh peneitiannya,” ungkap Dr. Puji yang menjadi pembicara saat sedang dirawat di Rumah Sakit.

Ilmu Komunikasi, lanjut Dr Puji, memiliki lahan kajian yang sangat luas, sehingga kesempatan bagi para akademisi maupun praktisi untuk menghasilkan karya ilmiah sangat besar. Hanya saja, penelitian tersebut akan digunakan untuk keperluan apa, need to know, need to do atau need to choose. Selain itu, buku ini juga dibahas tentang hal yang selama ini dianggap sepele oleh para penulis yakni daftar pustaka. penulisan daftar pustaka perlu menggunakan cara yang tepat, yakni satu artikel minila menggunakan 10 refrensi dengan 80 persen sumber primer yakni jurnal. Referensi harus aktual yakni buku karya 10 tahun terakhir, dan yang terpenting gunakan aplikasi Mendely atau Zetero untuk memudahkan sitasi dan penulisan referensi yang benar.

Ringan dan Enak Dibaca

Dr Benny A Pribadi, MA, peneliti Universitas Terbuka, mengatakan sudah membaca tuntas buku karya Prof Dr Sugiono dan Dr Puji Lestari ini, yang gampang dicerna dan enak dibaca. Pemabahasannya secara runtut dan detail sehingga sulit mencari kelemahan dari karya ini. Hanya saja, buku ini tidak memberi penjelasan tentang penulis baik Prof Dr Sugiono dan Dr Puji Lestari.

“Karena Prof Dr Sugiyono sudah sangat populer sehingga bisa dicari sendiri oleh pembaca buku ini, demikian juga Dr Puji Lestari yang dikenal dilakalang para peneliti,” jelas Dr Benny.

Tebal dan Seimbang

Prof Dr Suwatno, Peneliti dari Universitas Pendidikan Indonesia Bandung, mengatakan membaca buku ini selama dua hari tuntas. Buku ini agak melawan arus keinginan para penerbit, karena jumlah halamannya yang mencapai 780 halaman. Biasanya penerbit menyarankan buku maksimal 300 halaman. Namun, ketebalan buku ini seimbang dengan isinya yang sangat bermafaat bagi para peneliti baik S1, S2, dan S3 maupun para praktisi dan dosen yang menulis jurnal nasional maupun internasional.

“Buku ini layak menjadi acuan bagi mahasiswa komunikasi dan ilmu sosial lainnya, yang akan melakukan penelitian, demikian juga para praktisi,” ujar Prof Dr Suwatno yang juga penulis 22 buku ini.

Webinar bedah buku yang dipandu oleh HM Saefullah, S.Sos, M.Si ini diikuti oleh 214 partisipan dari berbagai universitas. Bedah buku ini berlangsung tepat waktu 2 jam, dan banyak penanya yang merasa penasaran dengan isi buku ini yakni buku ini dapat dibeli dimana? Dr Puji Lestari menyarankan menghubungi Penerbit Alfabeta Bandung, agar mendapatkan buku yang asli.

Pos terkait