LAMONGAN – SD Negeri Pangkatrejo menghadirkan inovasi pembelajaran BAJAI BAJURI sebagai upaya meningkatkan minat siswa terhadap Bahasa Jawa sekaligus memperkuat pendidikan budi pekerti melalui pendekatan permainan yang interaktif, menyenangkan, dan kolaboratif.
Inovasi tersebut dikembangkan sebagai respons terhadap menurunnya minat dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran Bahasa Jawa dan Pendidikan Budi Pekerti. Metode pembelajaran yang masih cenderung konvensional dan berpusat pada guru dinilai belum sepenuhnya mampu mendorong siswa untuk aktif berkomunikasi, berkolaborasi, serta menerapkan nilai-nilai karakter dalam kehidupan sehari-hari.
BAJAI BAJURI mengintegrasikan Game-Based Learning dengan pembelajaran berdiferensiasi yang selaras dengan semangat Kurikulum Merdeka. Media utama inovasi ini berupa permainan papan yang dimodifikasi dari konsep monopoli menjadi sarana belajar Bahasa Jawa dan budi pekerti.
Dalam permainan tersebut, setiap petak, kartu kesempatan, dan kartu dana umum dirancang berisi tantangan edukatif. Siswa diajak mempraktikkan penggunaan Bahasa Jawa sesuai unggah-ungguh, membedakan penggunaan bahasa ngoko dan krama, sekaligus menghadapi situasi yang mengajarkan nilai kejujuran, tanggung jawab, disiplin, kerja sama, dan kepedulian terhadap sesama.
Keunggulan lain BAJAI BAJURI terletak pada penerapan pembelajaran berdiferensiasi. Tingkat kesulitan tantangan disesuaikan dengan kemampuan dan minat siswa sehingga setiap peserta didik memperoleh kesempatan untuk belajar sesuai tahap perkembangannya.
“Melalui permainan, siswa tidak hanya belajar materi, tetapi juga belajar berkomunikasi, bekerja sama, bersikap jujur, dan menghargai teman. Pembelajaran menjadi lebih aktif dan tidak terasa monoton,” demikian semangat yang mendasari pelaksanaan BAJAI BAJURI di SDN Pangkatrejo.
Pelaksanaan inovasi dilakukan secara sistematis melalui lima tahapan. Pertama, sekolah menyusun dan memproduksi paket media yang terdiri atas papan permainan, kartu tantangan, dadu, modul guru, dan lembar aktivitas siswa. Kedua, guru mendapatkan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan dalam memfasilitasi pembelajaran berbasis permainan.
Tahap berikutnya adalah implementasi di kelas melalui lebih dari 12 sesi pembelajaran interaktif. Setiap pelaksanaan didokumentasikan dan diikuti proses evaluasi menggunakan pre-test dan post-test, kuesioner respons siswa dan orang tua, serta observasi perubahan perilaku siswa.
Evaluasi tersebut diarahkan untuk melihat peningkatan kemampuan Bahasa Jawa, khususnya penggunaan unggah-ungguh dalam komunikasi sehari-hari, sekaligus perkembangan karakter siswa dalam aspek kejujuran dan kerja sama.
BAJAI BAJURI juga menempatkan orang tua, teman sebaya, dan komite sekolah sebagai bagian dari ekosistem pembelajaran. Keterlibatan berbagai pihak diharapkan dapat memperkuat kesinambungan pendidikan karakter, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah.
Bagi siswa, inovasi ini diharapkan mampu meningkatkan kemampuan Bahasa Jawa, rasa percaya diri, kesantunan, serta partisipasi aktif dalam pembelajaran. Bagi guru, BAJAI BAJURI menjadi ruang untuk mengembangkan kreativitas dan kompetensi pedagogis melalui strategi pembelajaran yang berpusat pada peserta didik.
Sementara bagi sekolah, inovasi ini diharapkan memperkuat budaya sekolah yang inovatif, inklusif, berbudaya, dan ramah anak.
Selain menghasilkan paket media pembelajaran dan modul, BAJAI BAJURI diarahkan menjadi praktik baik yang dapat direplikasi. Sekolah menargetkan diseminasi inovasi kepada sekolah lain di Kabupaten Lamongan serta pengembangan versi adaptif berbasis digital untuk pembelajaran bahasa daerah maupun bidang studi lainnya.
Melalui BAJAI BAJURI, SDN Pangkatrejo berupaya menjadikan Bahasa Jawa dan pendidikan budi pekerti tidak sekadar materi pelajaran, tetapi pengalaman belajar yang hidup, kontekstual, dan dekat dengan dunia anak. Inovasi tersebut sekaligus menjadi langkah konkret dalam melestarikan bahasa daerah dan membangun karakter generasi muda melalui pembelajaran yang kreatif dan menyenangkan.



