WIDURI SEBUMI Perkuat Budaya Literasi Anak Lamongan melalui Layanan Perpustakaan Berbasis Edutainment

LAMONGAN — Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Lamongan terus memperkuat budaya literasi masyarakat melalui inovasi WIDURI SEBUMI (Wisata Edukasi Pagi Hari Selasa, Rabu, dan Kamis). Program yang digagas sejak 2019 tersebut menghadirkan layanan perpustakaan yang edukatif, interaktif, dan menyenangkan bagi anak usia dini hingga pelajar sekolah dasar.

WIDURI SEBUMI dirancang untuk mengubah perpustakaan tidak hanya sebagai tempat membaca, tetapi juga sebagai ruang belajar dan rekreasi yang mampu menumbuhkan minat baca sekaligus membentuk karakter anak. Konsep edutainment diterapkan melalui berbagai kegiatan, antara lain Safari Perpustakaan, Read Aloud atau mendengarkan dongeng, pemutaran film edukasi, edukasi Taman Lalu Lintas, serta berbagai permainan edukatif.

Inovasi tersebut dikembangkan sebagai respons terhadap tantangan rendahnya minat baca sekaligus perubahan pola layanan setelah pandemi. Kevakuman kegiatan tatap muka pada masa pandemi sempat berdampak terhadap kunjungan dan aktivitas literasi secara langsung. Karena itu, WIDURI SEBUMI diperkuat dengan pendekatan layanan hibrida melalui CELENGAN (Cerita Online Lamongan).

CELENGAN menjadi pendamping layanan fisik dengan menghadirkan konten storytelling secara digital sehingga aktivitas literasi tetap dapat diakses secara lebih fleksibel. Integrasi layanan tatap muka dan digital tersebut membentuk ekosistem literasi yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat.

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Lamongan melalui program tersebut juga mendorong penguatan sumber daya manusia, khususnya pendongeng. Peningkatan kapasitas dilakukan melalui Bimbingan Teknis dan Workshop Mendongeng yang melibatkan petugas perpustakaan maupun pendidik.

Pengembangan SDM tidak hanya bertumpu pada pustakawan internal. WIDURI SEBUMI melibatkan penggerak literasi daerah serta para finalis dan pemenang TOP 10 Lomba Bertutur Lamongan sebagai bagian dari ekosistem fasilitator. Langkah ini sekaligus membuka ruang regenerasi pendongeng dan memperluas jejaring kolaborasi literasi.

Promosi program dilakukan melalui berbagai saluran, mulai dari media sosial, WhatsApp Group Korwil dan lembaga pendidikan, surat dinas, hingga kolaborasi dengan komunitas pegiat literasi Lamongan. Dengan strategi tersebut, jangkauan program diharapkan semakin luas dan mampu menjangkau lebih banyak satuan pendidikan.

Evaluasi WIDURI SEBUMI dilakukan menggunakan sejumlah indikator, antara lain perkembangan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) dan Tingkat Kegemaran Membaca (TGM) Kabupaten Lamongan, target dan realisasi lembaga maupun siswa, serta survei kepuasan pengguna layanan melalui Google Form.

Inovasi ini memberikan manfaat strategis dalam membangun citra perpustakaan sebagai pusat edukasi sekaligus rekreasi. Anak tidak hanya diajak membaca, tetapi juga memperoleh pengalaman belajar yang menyenangkan melalui cerita, permainan, audiovisual, dan aktivitas interaktif.

Melalui WIDURI SEBUMI yang diperkuat CELENGAN, Pemerintah Kabupaten Lamongan berupaya membangun layanan literasi yang inklusif, adaptif, dan berkelanjutan. Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan minat baca sejak usia dini, memperkuat karakter anak, meningkatkan kualitas layanan perpustakaan, serta membangun kolaborasi antara pemerintah, sekolah, pendidik, komunitas, dan masyarakat.

Pada akhirnya, WIDURI SEBUMI menempatkan perpustakaan sebagai bagian penting dari ekosistem pendidikan. Perpustakaan tidak lagi dipandang sekadar sebagai tempat menyimpan dan meminjam buku, melainkan sebagai ruang tumbuh bagi anak untuk membaca, belajar, berimajinasi, berinteraksi, dan membangun karakter melalui pengalaman literasi yang menyenangkan.

Pos terkait

banner 468x60