LAMONGAN – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Lamongan terus memperluas akses layanan perpustakaan dan mendorong peningkatan budaya baca masyarakat melalui inovasi Literasi Seru Goes to School (GTS).
Program tersebut menyasar lembaga pendidikan tingkat dasar dan menengah pertama yang belum memperoleh akses layanan perpustakaan secara optimal, khususnya sekolah yang berjarak minimal 10 kilometer dari pusat Kota Lamongan.
Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Lamongan menjelaskan, GTS dikembangkan sebagai alternatif layanan perpustakaan yang lebih proaktif dengan mendatangi langsung sekolah. Inovasi ini tidak hanya menghadirkan Mobil Perpustakaan Keliling (MPK), tetapi menggabungkan berbagai layanan perpustakaan dalam satu paket kegiatan.
“Melalui Literasi Seru Goes to School, kami tidak hanya membawa koleksi buku ke sekolah, tetapi juga menghadirkan berbagai layanan literasi secara terpadu sehingga siswa dapat memperoleh pengalaman literasi yang lebih menarik dan interaktif,” ujarnya.
Paket layanan GTS meliputi Mobil Perpustakaan Keliling, Celengan Jalan-Jalan (Cerita Online Lamongan), Literasi Inklusi, layanan pendaftaran keanggotaan perpustakaan, pengenalan aplikasi digital iLamongan, serta Fun Game literasi.
Inovasi tersebut sekaligus menjawab persoalan keterbatasan akses masyarakat terhadap fasilitas perpustakaan akibat faktor jarak. Sebelum GTS diterapkan, layanan yang diberikan ke sekolah pada dasarnya masih terbatas pada Mobil Perpustakaan Keliling.
Selain memperluas jenis layanan, GTS juga melakukan pembaruan pada mekanisme pendaftaran. Sekolah yang berminat dapat mendaftar secara mandiri melalui Google Form dengan mengisi informasi lokasi, jumlah peserta, serta jadwal kunjungan yang diusulkan. Mekanisme tersebut menggantikan pola pendataan konvensional sehingga lebih mudah, cepat dan efisien.
Promosi program juga dilakukan secara multikanal melalui media sosial, website, grup WhatsApp pemustaka, serta surat kepada organisasi perangkat daerah dan lembaga pendidikan yang menjadi mitra.
Setelah pendaftaran, petugas melakukan verifikasi lokasi dan kesiapan sekolah, kemudian menyusun jadwal kunjungan. Tim GTS selanjutnya datang langsung ke sekolah untuk memberikan paket layanan terpadu.
Hasil pelaksanaan menunjukkan capaian yang signifikan. Pada 2024, GTS berhasil menjangkau 20 lembaga pendidikan, melampaui target awal sebanyak 15 sekolah. Hingga pertengahan 2025, jangkauan bertambah 40 lembaga pendidikan sehingga total mencapai 60 sekolah.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 6.257 pelajar telah memperoleh manfaat layanan, terdiri atas 2.447 pelajar pada 2024 dan 3.810 pelajar hingga pertengahan 2025.
Tingkat kepuasan penerima layanan juga menunjukkan hasil positif. Survei internal terhadap 60 lembaga pendidikan mencatat 95 persen responden menyatakan sangat puas, sedangkan lima persen lainnya menyatakan puas.
Program GTS juga berkontribusi terhadap peningkatan kegemaran membaca masyarakat. Nilai Tingkat Kegemaran Membaca (TGM) Kabupaten Lamongan meningkat dari 65,90 persen pada 2022 menjadi 66,21 persen pada 2023.
Melalui GTS, pemerintah daerah tidak hanya memperluas jangkauan pelayanan perpustakaan, tetapi juga membangun ekosistem literasi yang lebih inklusif, memperkenalkan pemanfaatan sumber bacaan digital, serta memperkuat sinergi antara perpustakaan dan lembaga pendidikan.
Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Lamongan berharap Literasi Seru Goes to School dapat terus dikembangkan sehingga semakin banyak sekolah dan pelajar memperoleh layanan perpustakaan yang mudah, merata dan berkualitas. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya membangun masyarakat Lamongan yang gemar membaca, adaptif terhadap teknologi, dan memiliki sumber daya manusia yang unggul.



