Sudut Baca LENTERA Perluas Akses Literasi, Dorong Peningkatan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat Lamongan

Lamongan – Pemerintah Kabupaten Lamongan melalui Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah (Disarpusda) terus memperkuat budaya literasi masyarakat melalui inovasi Sudut Baca LENTERA (Literasi Untuk Kesejahteraan). Inovasi tersebut menghadirkan layanan perpustakaan mini di ruang-ruang publik guna mendekatkan akses bacaan kepada masyarakat yang selama ini mengalami keterbatasan dalam menjangkau perpustakaan umum.

Sudut Baca LENTERA merupakan perpustakaan mini berbentuk lemari besi dengan desain yang terinspirasi dari kotak telepon khas Inggris. Konsep tersebut merupakan replikasi dari perpustakaan mini Kolecer yang dikembangkan di Provinsi Jawa Barat. Setiap unit Sudut Baca LENTERA mampu menampung sekitar 80 judul buku yang dapat diakses masyarakat secara mudah, aman, dan gratis.

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Lamongan menjelaskan, program ini tidak hanya menyediakan bahan bacaan, tetapi juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berpartisipasi dalam memperkuat ekosistem literasi melalui gerakan hibah buku.

“Melalui Sudut Baca LENTERA, masyarakat, instansi pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, yayasan, maupun komunitas dapat berkontribusi dengan menghibahkan buku-buku yang masih layak baca sehingga dapat dimanfaatkan secara langsung oleh masyarakat luas,” ujarnya.

Penempatan Sudut Baca LENTERA di berbagai ruang publik menjadikan layanan ini mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa membatasi usia maupun latar belakang. Selain menjadi sarana memperoleh informasi, keberadaan sudut baca juga menjadi ruang rekreasi edukatif yang mendorong tumbuhnya budaya membaca di Kabupaten Lamongan.

Keberhasilan program tersebut tercermin dari meningkatnya Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Kabupaten Lamongan. Berdasarkan penilaian Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, nilai IPLM Kabupaten Lamongan pada tahun 2022 mencapai 66,13 poin dan berada pada kategori sedang.

Penilaian IPLM dilakukan berdasarkan tujuh indikator utama, yaitu pemerataan layanan perpustakaan, pemerataan koleksi perpustakaan, pemerataan tenaga perpustakaan, tingkat kunjungan pemustaka, perpustakaan berstandar nasional (SNP), keterlibatan masyarakat dalam sosialisasi perpustakaan, serta jumlah anggota perpustakaan.

Data IPLM menunjukkan Kabupaten Lamongan memiliki 9 perpustakaan umum per 100.000 penduduk, 209 perpustakaan sekolah per 100.000 penduduk usia sekolah, dan 31 perpustakaan perguruan tinggi per 100.000 penduduk usia pendidikan tinggi. Tingkat kunjungan perpustakaan juga telah mencapai 3,38 persen dari jumlah penduduk per hari, sementara sebanyak 87,77 persen perpustakaan dipersepsikan telah memenuhi Standar Nasional Perpustakaan (SNP).

Program Sudut Baca LENTERA juga menunjukkan peningkatan pemanfaatan oleh masyarakat. Rata-rata jumlah pengunjung meningkat menjadi 2.890 pengunjung pada tahun 2022, dibandingkan 1.388 pengunjung pada tahun 2021. Selain itu, jumlah titik layanan Sudut Baca LENTERA terus bertambah sesuai target pengembangan sehingga akses masyarakat terhadap bahan bacaan semakin luas.

Melalui inovasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Lamongan berupaya menghadirkan pelayanan publik yang lebih inklusif di bidang literasi. Kehadiran Sudut Baca LENTERA diharapkan mampu meningkatkan pemerataan akses informasi, memperkuat budaya membaca, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, sekaligus mendukung terwujudnya masyarakat Lamongan yang unggul, cerdas, dan berdaya saing.

Kedepan, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah akan terus memperluas jangkauan Sudut Baca LENTERA dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat gerakan literasi daerah sehingga manfaat layanan perpustakaan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat Kabupaten Lamongan.

Pos terkait

banner 468x60