LAMONGAN — Pemerintah Kabupaten Lamongan melalui Dinas Pendidikan terus memperkuat komitmen pemerataan akses pendidikan melalui inovasi PERINTIS (Pendidikan Berkualitas dan Gratis). Program beasiswa komprehensif tersebut dirancang untuk membantu masyarakat kurang mampu sekaligus memastikan keberlanjutan pendidikan anak Lamongan dari jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi.
Program PERINTIS hadir di tengah masih tingginya angka putus sekolah dan anak yang tidak melanjutkan pendidikan. Berdasarkan data Dapodik Tahun Pelajaran 2023/2024, tercatat 433 anak putus sekolah pada jenjang SD/sederajat, 705 anak pada jenjang SMP/sederajat, dan 982 anak pada jenjang SMA/SMK/sederajat.
Selain itu, terdapat 900 lulusan SD yang tidak melanjutkan ke SMP dan 1.234 lulusan SMP yang tidak melanjutkan ke SMA/SMK. Kondisi ekonomi keluarga menjadi salah satu faktor dominan yang menyebabkan anak berhenti atau tidak melanjutkan pendidikan, di samping faktor kerentanan sosial seperti perceraian orang tua.
Melalui PERINTIS, Pemkab Lamongan berupaya menjadikan keterbatasan ekonomi bukan lagi penghalang bagi masyarakat untuk memperoleh pendidikan berkualitas. Program ini sekaligus menjadi bagian dari strategi pembangunan sumber daya manusia dan upaya memutus rantai kemiskinan antargenerasi.
Berbeda dengan beasiswa konvensional yang umumnya hanya menyasar kelompok tertentu, PERINTIS memiliki cakupan yang lebih luas dan berkelanjutan. Beasiswa diberikan mulai jenjang SD, SMP, SMA/sederajat hingga perguruan tinggi jenjang S1 dan S2.
Program tersebut juga memiliki sasaran afirmatif sekaligus apresiatif. Selain membantu siswa dan mahasiswa dari keluarga miskin atau pra-sejahtera, PERINTIS memberikan dukungan bagi mahasiswa berprestasi, termasuk Hafidz Al-Qur’an.
Kebijakan afirmatif juga diarahkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan daerah. PERINTIS menyediakan beasiswa bagi Guru PAUD yang belum berkualifikasi S1 agar dapat meningkatkan kompetensi akademiknya. Selain itu, tersedia dukungan bagi mahasiswa yang mengambil program studi Pendidikan Inklusi sebagai bagian dari upaya memenuhi kebutuhan tenaga pendidik yang mampu memberikan layanan pendidikan inklusif.
Dari sisi tata kelola, PERINTIS mengintegrasikan proses pendaftaran dan penyaluran bantuan secara digital. Pendaftaran dilakukan melalui portal resmi Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan, sedangkan bantuan disalurkan secara non-tunai melalui rekening Bank Jatim dengan buku rekening dan kartu ATM PERINTIS.
Pelaksanaan program dilakukan melalui lima tahapan utama, yakni sosialisasi dan pendaftaran daring, seleksi administratif, verifikasi faktual dan wawancara bagi pendaftar mahasiswa, penetapan penerima melalui Surat Keputusan Bupati Lamongan, serta penyaluran dan pertanggungjawaban bantuan.
Digitalisasi tersebut ditujukan untuk memperkuat transparansi, akuntabilitas, serta memastikan bantuan diterima oleh sasaran yang sesuai. Khusus calon penerima dari jenjang perguruan tinggi, proses seleksi diperkuat dengan verifikasi lapangan dan wawancara untuk memastikan kondisi sosial ekonomi calon penerima.
PERINTIS diharapkan tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek berupa pengurangan beban biaya pendidikan keluarga, tetapi juga menghasilkan dampak jangka panjang bagi pembangunan daerah. Dengan terbukanya kesempatan melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi, masyarakat diharapkan memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkan kualitas hidup dan kemandirian ekonomi.
Program ini juga diarahkan untuk mendukung peningkatan Rata-Rata Lama Sekolah (RLS), Harapan Lama Sekolah (HLS), serta Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Lamongan.
Melalui PERINTIS, Pemkab Lamongan menegaskan bahwa pemerataan pendidikan bukan sekadar penyediaan bantuan biaya sekolah, melainkan investasi jangka panjang dalam membangun sumber daya manusia yang unggul, inklusif, dan berdaya saing.
Dengan demikian, PERINTIS diharapkan menjadi salah satu instrumen strategis Kabupaten Lamongan dalam memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan, berkembang sesuai potensinya, dan memiliki masa depan yang lebih baik tanpa terkendala kondisi ekonomi keluarga.



