LAMONGAN – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Lamongan terus memperkuat kualitas pengelolaan perpustakaan melalui inovasi BINA PUSTAKA. Program ini dirancang untuk mendorong pemerataan layanan, meningkatkan kompetensi pengelola, serta memastikan penyelenggaraan perpustakaan sesuai dengan Standar Nasional Perpustakaan (SNP).
Perpustakaan memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui penyediaan akses terhadap informasi dan pengetahuan. Hal tersebut sejalan dengan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan yang menempatkan perpustakaan sebagai sarana pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi, dan rekreasi.
Tantangan pembinaan perpustakaan di Lamongan cukup besar. Berdasarkan data BPS 2022, terdapat 2.308 lembaga perpustakaan di Kabupaten Lamongan. Sementara itu, kajian Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) 2023 menunjukkan capaian UPLM1 atau pemerataan layanan perpustakaan baru sekitar 27 persen, sedangkan perpustakaan yang telah dibina sesuai SNP mencapai 70,53 persen.
Kondisi tersebut mendorong Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Lamongan menghadirkan BINA PUSTAKA sebagai sistem pembinaan yang lebih terintegrasi, sistematis, berkelanjutan, dan terukur.
Program ini menjangkau berbagai jenis perpustakaan, mulai dari perpustakaan sekolah, desa, perguruan tinggi hingga perpustakaan khusus. Pembinaan dilakukan melalui kombinasi pendekatan langsung atau onsite dan daring atau online, sehingga layanan pembinaan dapat menjangkau perpustakaan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing.
Tahapan BINA PUSTAKA diawali dengan pemetaan dan penentuan sasaran melalui koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, antara lain Dinas Pendidikan, Kementerian Agama, serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa. Selanjutnya dilakukan visitasi ke perpustakaan sasaran untuk mengetahui kondisi dan kebutuhan pembinaan.
Bagi perpustakaan yang belum memperoleh jadwal visitasi, disediakan layanan konsultasi secara daring melalui sistem registrasi digital. Program juga menyediakan bimbingan teknis secara berkala serta ruang konsultasi dan magang di kantor Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah.
Keunggulan BINA PUSTAKA juga terlihat dari pendampingan intensif bagi perpustakaan yang dipersiapkan mengikuti akreditasi. Pendampingan dilakukan mulai dari pemenuhan komponen standar hingga proses pengajuan akreditasi.
Dalam mendukung transformasi pengelolaan perpustakaan, program ini juga mendorong pemanfaatan teknologi, salah satunya melalui aplikasi Inlislite untuk otomasi perpustakaan. Pemanfaatan teknologi diharapkan membuat layanan perpustakaan semakin efektif, efisien, mudah diakses, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat modern.
Hasil pelaksanaan BINA PUSTAKA menunjukkan perkembangan positif. Hingga 2024, sebanyak 78 perpustakaan telah terakreditasi. Peningkatan kapasitas tenaga pengelola juga dilakukan melalui bimbingan teknis, konsultasi, magang, serta pendampingan secara langsung maupun daring.
Dampak program turut terlihat dari peningkatan indikator literasi masyarakat. Tingkat Kegemaran Membaca (TGM) Kabupaten Lamongan pada 2024 tercatat 70,4 poin, meningkat 4,19 poin dan masuk kategori tinggi. Selain itu, kunjungan perpustakaan mencapai sekitar 2.465 kunjungan per hari.
Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa penguatan kelembagaan dan kualitas layanan perpustakaan dapat memberikan dampak terhadap pemanfaatan perpustakaan oleh masyarakat. BINA PUSTAKA tidak hanya berorientasi pada pemenuhan standar administratif, tetapi juga diarahkan untuk membangun perpustakaan yang berkualitas, adaptif, dan mampu menjadi ruang belajar masyarakat.
Melalui pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan, Pemerintah Kabupaten Lamongan berharap semakin banyak perpustakaan mampu memenuhi SNP dan memperoleh akreditasi. Pada akhirnya, penguatan ekosistem perpustakaan diharapkan dapat memperluas akses informasi, meningkatkan kegemaran membaca, serta memperkuat budaya literasi masyarakat di Kabupaten Lamongan.



