PELANGI Dorong SDN Tlogoanyar Wujudkan Pendidikan Inklusif Berbasis Gotong Royong

LAMONGAN — SDN Tlogoanyar, Kabupaten Lamongan, mengembangkan inovasi PELANGI (Peduli Memberikan Layanan dan Gotong Royong Membangun Inklusi) untuk memperkuat layanan pendidikan inklusif sekaligus memastikan anak berkebutuhan khusus (ABK) memperoleh kesempatan belajar yang setara, aman, dan nyaman.

Inovasi tersebut lahir dari kondisi masih adanya tantangan dalam penyelenggaraan pendidikan inklusif, mulai dari keterbatasan fasilitas ramah difabel, kompetensi guru dalam menerapkan pembelajaran berdiferensiasi, hingga belum optimalnya dukungan lingkungan sekolah dan keluarga.

Di SDN Tlogoanyar terdapat delapan siswa ABK yang sebelumnya menghadapi sejumlah hambatan dalam proses pembelajaran, termasuk kurang percaya diri, keterbatasan interaksi sosial, dan kecenderungan merasa terasing dari lingkungan sekolah. Pada saat yang sama, guru menghadapi tantangan dalam menyesuaikan pembelajaran dengan karakteristik dan kebutuhan setiap peserta didik.

Kondisi tersebut mendorong sekolah membangun pendekatan yang tidak hanya berorientasi pada pembelajaran di kelas, tetapi melibatkan seluruh ekosistem sekolah melalui kolaborasi guru, siswa, orang tua, komite sekolah, dan masyarakat.

“PELANGI kami bangun sebagai gerakan bersama untuk menciptakan lingkungan sekolah yang ramah, aman, dan inklusif. Anak berkebutuhan khusus tidak hanya hadir di sekolah, tetapi harus mendapatkan ruang untuk belajar, berinteraksi, berkembang, dan berprestasi bersama teman-temannya,” demikian semangat yang menjadi dasar pelaksanaan program tersebut.

PELANGI mengintegrasikan sejumlah pendekatan, antara lain pembelajaran berdiferensiasi, pendampingan individual, mentoring sebaya, pembiasaan harian, kegiatan keagamaan dan seni, serta pendidikan bagi orang tua atau parenting education.

Melalui skema peer mentoring, siswa reguler dilibatkan sebagai teman pendamping bagi siswa ABK dalam berbagai aktivitas sekolah. Pendekatan ini tidak hanya membantu ABK mengikuti kegiatan pembelajaran, tetapi juga menanamkan karakter empati, kepedulian, toleransi, dan gotong royong kepada siswa reguler.

Sementara itu, guru kelas dan Guru Pendamping Khusus (GPK) mendapatkan penguatan kapasitas untuk menyusun perangkat pembelajaran yang adaptif sesuai kebutuhan masing-masing siswa.

Pelaksanaan PELANGI dimulai dengan pemetaan dan asesmen awal terhadap kemampuan, minat, serta kebutuhan delapan siswa ABK. Tahap berikutnya berupa peningkatan kapasitas guru, penyusunan modul pembelajaran berdiferensiasi, pelaksanaan mentoring sebaya, parenting education, serta monitoring dan evaluasi secara berkala.

Hasil implementasi menunjukkan perubahan positif. Tingkat partisipasi aktif siswa ABK dalam berbagai kegiatan sekolah meningkat dari 42 persen menjadi 88 persen. Kebutuhan pendampingan khusus secara intensif juga menurun dari 42 persen menjadi 17 persen, yang menunjukkan meningkatnya kemandirian siswa dan efektivitas pendampingan teman sebaya.

Selain itu, keterlibatan orang tua dalam mendukung program sekolah meningkat hingga 84 persen. Sekolah juga membentuk kelompok mentor sebaya dari siswa reguler yang mendapatkan pembekalan untuk mendampingi teman ABK secara positif dan bertanggung jawab.

Program tersebut sekaligus menegaskan bahwa pendidikan inklusif tidak cukup hanya dengan menerima siswa ABK di sekolah. Inklusi membutuhkan perubahan budaya sekolah sehingga seluruh warga sekolah mampu menerima keberagaman sebagai bagian dari proses pembelajaran dan pembentukan karakter.

PELANGI menargetkan partisipasi aktif siswa ABK dalam kegiatan sekolah dapat mencapai lebih dari 85 persen, seluruh guru mampu menerapkan pembelajaran berdiferensiasi, serta kehadiran orang tua dalam kegiatan parenting mencapai lebih dari 80 persen.

Dengan pendekatan kolaboratif dan gotong royong, SDN Tlogoanyar diarahkan menjadi lingkungan belajar yang memberikan kesempatan setara bagi seluruh peserta didik. Inovasi PELANGI diharapkan dapat menjadi praktik baik yang dapat direplikasi oleh sekolah lain dalam membangun pendidikan dasar yang lebih ramah, adil, dan inklusif.

Pos terkait

banner 468x60