PESISIR Lamongan Sulap Ikan Lokal Jadi Menu Sehat, Dorong Pencegahan Stunting

Lamongan – Pemerintah Kabupaten Lamongan melalui Dinas Perikanan mengembangkan inovasi PESISIR (Pelatihan Sistematis Inovasi Olahan Ikan Rumahan) sebagai upaya meningkatkan konsumsi ikan masyarakat sekaligus mendukung pemenuhan gizi keluarga dan pencegahan stunting.

Inovasi PESISIR mengintegrasikan pelatihan pengolahan ikan ke dalam kegiatan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (GEMARIKAN). Melalui program ini, masyarakat, khususnya para ibu, tidak hanya mendapatkan edukasi mengenai manfaat ikan sebagai sumber protein hewani, tetapi juga dibekali keterampilan mengolah ikan menjadi menu rumahan yang sehat, bergizi, ekonomis, dan menarik bagi anak-anak.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Lamongan mengatakan PESISIR lahir dari kebutuhan untuk mengoptimalkan potensi perikanan daerah sekaligus menjawab persoalan rendahnya ketertarikan sebagian anak terhadap ikan.

“Melalui PESISIR, kami ingin mengubah ikan menjadi menu keluarga yang lebih menarik, mudah diolah, bergizi, dan disukai anak-anak,” ujarnya.

Kabupaten Lamongan memiliki potensi perikanan yang besar. Pada 2023, produksi perikanan daerah ini mencapai 133.516,13 ton. Besarnya produksi tersebut menjadi modal penting dalam memenuhi kebutuhan pangan sekaligus sumber protein masyarakat.

Namun, tingginya produksi ikan belum sepenuhnya diikuti dengan optimalnya konsumsi ikan di tingkat keluarga. Berdasarkan pengamatan di lapangan, sebagian anak masih kurang menyukai ikan karena bau amis, banyak duri, maupun penyajian yang kurang menarik.

Kondisi tersebut menjadi salah satu dasar pengembangan PESISIR. Melalui pelatihan, masyarakat diberikan pengetahuan mengenai kandungan gizi ikan serta teknik pengolahan yang tepat sehingga dapat menghasilkan menu yang lebih variatif dan sesuai dengan selera keluarga.

Pelaksanaan inovasi diawali dengan identifikasi kebutuhan masyarakat dan penentuan lokasi kegiatan GEMARIKAN. Selanjutnya, Dinas Perikanan menyiapkan materi serta menu olahan ikan yang mudah dipraktikkan, bergizi, ekonomis, dan memanfaatkan bahan baku lokal.

Peserta kemudian mendapatkan edukasi manfaat konsumsi ikan, demonstrasi pengolahan berbagai menu, serta praktik secara langsung. Selain itu, peserta memperoleh resep dan panduan pengolahan yang dapat diterapkan kembali di rumah.

Kebaruan PESISIR terletak pada integrasi kampanye konsumsi ikan dengan peningkatan keterampilan masyarakat. Jika GEMARIKAN selama ini lebih menekankan sosialisasi pentingnya makan ikan, PESISIR menambahkan aspek praktik sehingga masyarakat memiliki kemampuan mengolah ikan secara mandiri.

Setelah pelatihan, dilakukan monitoring dan evaluasi untuk mengetahui tingkat pemahaman peserta, penerapan hasil pelatihan di rumah tangga, serta mendapatkan masukan untuk penyempurnaan kegiatan berikutnya.

Output inovasi ini berupa terselenggaranya pelatihan olahan ikan rumahan, tersusunnya berbagai resep menu ikan yang mudah diterapkan, serta meningkatnya pengetahuan dan keterampilan peserta.

Dalam jangka panjang, PESISIR diharapkan mampu meningkatkan konsumsi ikan, terutama pada anak-anak, membentuk kebiasaan keluarga menyajikan ikan secara lebih beragam, serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemenuhan gizi berbasis ikan.

Konsumsi ikan secara rutin dengan kandungan protein, omega-3, vitamin, dan mineral juga diharapkan mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak serta berkontribusi terhadap percepatan penurunan stunting.

Inovasi PESISIR dilaksanakan berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 81 Tahun 2024 tentang Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan dan Peraturan Daerah Kabupaten Lamongan Nomor 12 Tahun 2021 tentang Inovasi Daerah.

Melalui PESISIR, Lamongan berupaya menjadikan potensi perikanan daerah tidak hanya sebagai kekuatan ekonomi, tetapi juga sebagai sumber pangan bergizi yang hadir di meja makan keluarga untuk mendukung lahirnya generasi yang sehat dan berkualitas.

Pos terkait

banner 468x60