Lamongan – Puskesmas Turi, Kabupaten Lamongan, menghadirkan inovasi pelayanan kesehatan TAS MANTRI (Disabilitas Mandiri Terlindungi) sebagai upaya meningkatkan kualitas hidup penyandang disabilitas melalui pemberdayaan keluarga dan masyarakat sebagai caregiver. Inovasi tersebut menjadi solusi atas masih terbatasnya kemampuan pendamping pasien dalam memberikan perawatan mandiri di rumah, khususnya bagi penerima layanan Home Care Services (HCS).
Kepala Puskesmas Turi menjelaskan, TAS MANTRI lahir dari kebutuhan untuk memperkuat pelayanan kesehatan berbasis masyarakat. Selama ini, sebagian besar keluarga maupun tetangga yang mendampingi penyandang disabilitas belum memiliki keterampilan dasar dalam melakukan perawatan, sehingga berpotensi memengaruhi kondisi kesehatan pasien.
Berdasarkan data Puskesmas Turi pada 2020–2021, terdapat 110 pasien yang mendapatkan layanan Home Care Services, dengan 30 di antaranya merupakan penyandang disabilitas atau sekitar 27,27 persen. Pada periode yang sama juga tercatat 10 kasus kematian, sementara belum pernah dilaksanakan pelatihan bagi 110 caregiver yang tersebar di 19 desa.
Melalui inovasi TAS MANTRI, Puskesmas Turi menyelenggarakan pelatihan rutin bagi caregiver agar memiliki kemampuan melakukan perawatan dasar di rumah, mulai dari pemantauan tanda-tanda vital, pendampingan kepatuhan minum obat, hingga penanganan awal dan koordinasi rujukan apabila diperlukan. Program ini juga didukung dengan penyediaan buku kontrol perawatan, pendampingan tenaga kesehatan, serta komunikasi intensif melalui media digital.
Pelaksanaan inovasi tersebut melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah desa, tenaga kesehatan, bidan desa, kepolisian, TNI, hingga tokoh masyarakat. Kolaborasi lintas sektor tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam memperluas jangkauan pelayanan kesehatan bagi penyandang disabilitas, terutama di wilayah yang memiliki akses terbatas terhadap fasilitas kesehatan maupun daerah yang rawan banjir.
Implementasi TAS MANTRI menunjukkan hasil yang positif. Hingga akhir 2021, sebanyak 70 caregiver atau 63,63 persen dari total sasaran telah mengikuti pelatihan, meningkat signifikan dibandingkan sebelumnya yang belum memiliki program pelatihan sama sekali. Selain itu, inovasi ini berhasil membentuk komunitas caregiver di sejumlah desa sebagai mitra Puskesmas dalam melakukan pemantauan kondisi pasien secara berkelanjutan.
Keberhasilan tersebut juga tercermin dari hasil Survei Kepuasan Masyarakat yang menunjukkan tingkat kepuasan terhadap keterampilan caregiver mencapai 73 persen, sedangkan kepuasan penyandang disabilitas terhadap layanan caregiver mencapai 64 persen.
Selain meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, TAS MANTRI turut mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan kesehatan. Keluarga dan lingkungan sekitar tidak lagi hanya menjadi pendamping, tetapi juga menjadi bagian dari sistem pelayanan kesehatan yang mampu memberikan pertolongan awal secara tepat sebelum pasien memperoleh layanan medis lanjutan.
Sebagai inovasi yang dikembangkan berdasarkan kebutuhan lokal, TAS MANTRI dinilai memiliki potensi untuk direplikasi di wilayah lain. Program ini mengedepankan pemberdayaan masyarakat, kolaborasi lintas sektor, serta penguatan kapasitas caregiver sebagai kunci keberhasilan pelayanan Home Care Services bagi penyandang disabilitas.
Ke depan, Puskesmas Turi berkomitmen menjaga keberlanjutan program melalui pelatihan berkala, monitoring dan evaluasi rutin, penguatan koordinasi lintas sektor, serta dukungan pembiayaan dari Bantuan Operasional Kesehatan (BOK). Langkah tersebut diharapkan mampu memperluas akses pelayanan kesehatan yang inklusif sekaligus meningkatkan derajat kesehatan penyandang disabilitas di Kabupaten Lamongan.



