LAMONGAN – SD Negeri Gawerejo, Kabupaten Lamongan, menghadirkan inovasi Tumbuh Usaha Baru Dari Alam Sekolah (TUNAS) sebagai upaya mengoptimalkan lahan sekolah sekaligus menumbuhkan jiwa kewirausahaan dan kecintaan peserta didik terhadap potensi pertanian lokal.
Program yang diinisiasi majelis guru SDN Gawerejo tersebut lahir dari kondisi lahan sekolah yang masih belum dimanfaatkan secara optimal serta potensi ekonomi masyarakat sekitar yang mayoritas bekerja sebagai petani dan pelaku UMKM agribisnis maupun pengolahan hasil alam.
Melalui TUNAS, lahan kosong sekolah dikembangkan menjadi kebun edukatif-produktif yang menjadi ruang belajar langsung bagi siswa. Mereka tidak hanya mempelajari teori, tetapi terlibat dalam proses bercocok tanam, mengolah hasil panen, mengenal mata rantai usaha, hingga memasarkan produk.
Kepala SDN Gawerejo bersama majelis guru mengembangkan program tersebut dengan melibatkan petani dan pelaku UMKM setempat. Petani berperan sebagai mentor dalam kegiatan budidaya, sedangkan pelaku UMKM mendampingi siswa dalam mengolah hasil pertanian menjadi produk yang memiliki nilai tambah.
“Inovasi TUNAS kami hadirkan agar siswa tidak hanya mengenal pertanian dari buku, tetapi memperoleh pengalaman langsung dari lingkungan mereka sendiri. Sekolah menjadi tempat belajar sekaligus laboratorium kehidupan bagi anak-anak,” demikian gagasan yang dikembangkan SDN Gawerejo melalui program tersebut.
TUNAS juga menjadi sarana penerapan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) tema Kewirausahaan dalam Kurikulum Merdeka. Peserta didik diarahkan untuk berperan sebagai “petani kecil” sekaligus “wirausahawan cilik” dengan pembagian aktivitas, mulai dari kelompok tanam, kelompok pengolahan hingga kelompok pemasaran.
Keunggulan lain program tersebut adalah pemanfaatan pemasaran digital. Produk hasil kebun maupun olahan bersama UMKM dipromosikan melalui media sosial dan WhatsApp Admin TUNAS. Sistem pre-order dikembangkan untuk memperkenalkan konsep pemasaran modern kepada siswa sekaligus memperluas jangkauan produk.
Selain pemasaran digital, SDN Gawerejo juga merancang Bazar TUNAS Bulanan sebagai ruang bagi siswa untuk mempraktikkan kemampuan komunikasi, pelayanan konsumen, pengelolaan produk dan transaksi sederhana. Kegiatan tersebut sekaligus membuka ruang promosi bagi produk UMKM masyarakat desa.
Program TUNAS dibangun melalui empat tahapan utama, yakni persiapan dan konsolidasi, pelaksanaan kebun serta pengolahan produk, pemasaran dan operasional digital, serta evaluasi, replikasi dan integrasi program. Sekolah juga menargetkan program dapat terintegrasi dalam Rencana Kerja Anggaran Sekolah (RKAS) dan Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan (KOSP).
Dari sisi pendidikan, TUNAS ditargetkan mampu memberikan pengalaman kepada 100 persen siswa peserta P5 untuk memiliki keterampilan dasar bercocok tanam dan memahami prinsip dasar kewirausahaan. Sementara dari sisi kemitraan, sekolah menargetkan sedikitnya tiga kelompok petani atau UMKM aktif bermitra setiap semester.
Hasil penjualan produk dirancang untuk mendukung keberlanjutan program, termasuk pengembangan sarana belajar dan modal pengelolaan kebun sekolah. Dengan demikian, TUNAS tidak hanya menjadi kegiatan pembelajaran, tetapi membentuk sebuah ekosistem sederhana yang menghubungkan pendidikan, pertanian, kewirausahaan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Inovasi tersebut diharapkan mampu menjawab tantangan regenerasi sektor pertanian dan kewirausahaan di wilayah perdesaan. Sejak dini, siswa diperkenalkan bahwa potensi alam di sekitar mereka dapat menjadi sumber pembelajaran sekaligus peluang ekonomi apabila dikelola secara kreatif dan berkelanjutan.
Melalui TUNAS, SDN Gawerejo menargetkan terwujudnya sekolah sebagai laboratorium hidup pertanian dan kewirausahaan cilik, sekaligus menjadi model yang dapat direplikasi oleh sekolah lain, khususnya di wilayah perdesaan Kabupaten Lamongan.



