LAMONGAN – SD Negeri Sumberaji menghadirkan inovasi TERNO BARENG (Literasi Nonton Bareng) sebagai upaya memperkuat budaya literasi siswa di tengah perkembangan teknologi digital. Program ini memanfaatkan Smart TV, Chromebook, laptop, dan proyektor sekolah untuk mengubah aktivitas menonton menjadi pembelajaran literasi yang aktif, interaktif, kreatif, dan menyenangkan.
Inovasi tersebut lahir dari tantangan pembelajaran di era digital, ketika kemampuan literasi tidak lagi terbatas pada membaca dan menulis. Siswa perlu memiliki kemampuan memahami, menganalisis, mengevaluasi, serta mengolah informasi dari berbagai media, termasuk audiovisual. Di sisi lain, anak-anak semakin akrab dengan konten visual digital yang cepat sehingga membutuhkan pendampingan agar mampu mengembangkan daya kritis dan keterampilan berekspresi.
Melalui TERNO BARENG, kegiatan menonton tidak berhenti pada menikmati tayangan. Guru memilih film pendek, dokumenter, maupun video pembelajaran yang sesuai dengan kurikulum dan nilai karakter. Setelah tayangan selesai, siswa diajak berdiskusi untuk memahami alur cerita, karakter, pesan moral, serta informasi yang terkandung di dalamnya.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan lima aktivitas literasi, yakni membuat cerita bergambar, mendongeng, menyusun sinopsis digital menggunakan Canva, menulis puisi, dan menceritakan kembali isi tayangan. Siswa dapat bekerja secara individu maupun berkelompok, kemudian mempresentasikan hasil karyanya di depan kelas.
Pendekatan tersebut mengintegrasikan berbagai jenis literasi, meliputi literasi baca-tulis, visual, digital, dan verbal. Pemanfaatan Canva juga memberikan pengalaman kepada siswa untuk mengubah informasi yang diperoleh menjadi karya visual secara kreatif.
TERNO BARENG sekaligus diarahkan untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis atau Higher Order Thinking Skills (HOTS). Guru memberikan pertanyaan pemantik agar siswa tidak hanya mengingat isi tayangan, tetapi mampu menganalisis pesan, karakter tokoh, alur cerita, serta menghubungkannya dengan kehidupan sehari-hari.
Program ini juga mengintegrasikan penguatan karakter, budaya lokal, dan nilai-nilai Pelajar Pancasila. Tayangan yang digunakan dikurasi agar sesuai dengan usia siswa dan memiliki nilai edukatif. Dengan demikian, pembelajaran digital tidak hanya meningkatkan keterampilan akademik, tetapi juga membentuk sikap dan karakter positif.
Pelaksanaan TERNO BARENG dilakukan melalui enam tahapan, yakni perencanaan dan kurasi konten, persiapan sarana, pelaksanaan nonton bersama, aktivitas literasi lanjutan, presentasi dan apresiasi karya, serta refleksi dan evaluasi.
Inovasi ini turut membuka ruang keterlibatan guru dan orang tua. Guru berperan sebagai fasilitator yang mendorong kreativitas dan kemampuan berpikir siswa, sementara orang tua dapat melanjutkan pembiasaan literasi positif dan pendampingan penggunaan media digital di rumah.
Dari pelaksanaan program, sekolah menargetkan lahirnya berbagai produk literasi berupa cerita bergambar, sinopsis digital, antologi puisi, dan rekaman mendongeng. Partisipasi aktif siswa dalam diskusi, analisis cerita, dan presentasi ditargetkan mencapai 85 persen.
Melalui TERNO BARENG, SD Negeri Sumberaji berupaya menjadikan teknologi bukan sekadar alat bantu pembelajaran, tetapi sebagai sarana membangun budaya literasi, kreativitas, kolaborasi, komunikasi, dan kemampuan berpikir kritis siswa. Inovasi ini diharapkan mampu menciptakan pembelajaran yang lebih relevan dengan karakter generasi digital sekaligus membekali siswa menghadapi tantangan abad ke-21.



