LAMONGAN — SDN 3 Made menghadirkan inovasi APIK SERASI (Apel Pagi, Berkarakter, Sholat Dhuha, Education, Ramah Anak, Asmaul Husna, Sholawat, dan Literasi) sebagai strategi terpadu untuk memperkuat karakter, kedisiplinan, spiritualitas, budaya literasi, serta menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan ramah bagi peserta didik.
Inovasi tersebut lahir dari tantangan pendidikan di era digital yang tidak hanya menuntut peningkatan kemampuan akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan akhlak peserta didik. Pergeseran sosial, berkurangnya minat membaca, persoalan kedisiplinan, serta potensi perundungan di lingkungan sekolah menjadi persoalan yang perlu ditangani melalui pembiasaan secara konsisten.
Kepala SDN 3 Made mengembangkan APIK SERASI dengan pendekatan 8 Pilar Terintegrasi yang dilaksanakan secara rutin sebelum kegiatan belajar mengajar (KBM). Program ini dirancang agar pendidikan karakter tidak berhenti pada penyampaian teori di ruang kelas, tetapi menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari seluruh warga sekolah.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan Apel Pagi untuk membangun kedisiplinan dan kesiapan siswa mengikuti pembelajaran. Kegiatan kemudian diperkuat dengan pembiasaan karakter, Sholat Dhuha, edukasi kontekstual, penerapan prinsip sekolah ramah anak, pembacaan Asmaul Husna dan Sholawat, serta kegiatan literasi.
Salah satu keunggulan APIK SERASI adalah penggabungan kegiatan spiritual dengan literasi interaktif. Peserta didik tidak hanya membaca buku selama 15 menit, tetapi juga diberikan kesempatan untuk menyampaikan rangkuman buku atau kisah inspiratif di hadapan teman-temannya. Pola tersebut diharapkan mampu meningkatkan minat baca sekaligus melatih kemampuan komunikasi, keberanian, dan kepemimpinan siswa.
“APIK SERASI kami bangun agar pembentukan karakter menjadi kebiasaan, bukan sekadar kegiatan seremonial. Guru memberikan keteladanan, sementara siswa dilibatkan secara aktif dalam setiap kegiatan,” demikian semangat yang dikedepankan dalam pelaksanaan program tersebut.
Pelaksanaan inovasi dilakukan melalui empat tahapan utama. Pertama, penyusunan modul dan panduan pembiasaan yang melibatkan kepala sekolah, guru, dan komite. Kedua, sosialisasi dan konsolidasi bersama peserta didik serta wali murid. Ketiga, penerapan delapan pilar secara rutin sebelum KBM. Keempat, monitoring, refleksi, dan evaluasi melalui jurnal pembiasaan siswa serta evaluasi berkala.
Program ini juga menempatkan prinsip Sekolah Ramah Anak sebagai bagian penting dari pembentukan karakter. Seluruh kegiatan diarahkan untuk menciptakan ruang belajar yang aman, nyaman, inklusif, tanpa kekerasan dan perundungan, sekaligus memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengekspresikan potensi dan bakatnya.
Melalui APIK SERASI, SDN 3 Made menargetkan peningkatan kedisiplinan siswa, partisipasi aktif dalam kegiatan keagamaan, peningkatan budaya literasi, serta terciptanya lingkungan sekolah yang bebas dari perundungan. Sekolah juga menargetkan meningkatnya kepuasan wali murid terhadap perkembangan perilaku dan karakter anak.
Dari sisi keluaran, inovasi ini menghasilkan modul panduan APIK SERASI, jurnal harian pembiasaan karakter dan literasi siswa, pelaksanaan delapan pilar secara konsisten, serta penguatan fasilitas literasi dan ruang ibadah.
Dalam jangka panjang, APIK SERASI diharapkan mampu membentuk budaya sekolah yang religius, disiplin, berkarakter, harmonis, dan berwawasan luas. Inovasi ini sekaligus diarahkan menjadi model pembiasaan karakter yang dapat dikembangkan dan direplikasi oleh satuan pendidikan lainnya.
Dengan mengintegrasikan kedisiplinan, spiritualitas, literasi, edukasi, dan prinsip ramah anak dalam satu rutinitas, APIK SERASI menjadi langkah SDN 3 Made untuk membangun generasi yang tidak hanya cakap secara akademik, tetapi juga berakhlak, percaya diri, peduli, dan mampu tumbuh dalam lingkungan sekolah yang aman serta menyenangkan.



