KARGOSKA MULAT! Hadirkan Permainan Kartu Gosok untuk Tingkatkan Literasi Siswa SDN Medang

LAMONGAN — Upaya meningkatkan kemampuan literasi dasar siswa kelas rendah terus dilakukan SDN Medang, Kabupaten Lamongan. Salah satunya melalui inovasi pembelajaran KARGOSKA MULAT! (Kartu Gosok Kata, Temukan Kalimat), sebuah media permainan edukatif yang dirancang untuk membantu siswa mengenal kata, membaca, dan menyusun kalimat sederhana dengan cara yang lebih interaktif dan menyenangkan.

Inovasi tersebut lahir dari persoalan masih adanya siswa kelas rendah yang mengalami kesulitan membaca. Rendahnya minat baca serta penggunaan metode pembelajaran yang kurang variatif menjadi tantangan tersendiri dalam membangun kemampuan literasi sejak dini.

Secara nasional, kemampuan literasi membaca masih menjadi perhatian. Laporan PISA 2018 menunjukkan kemampuan membaca siswa Indonesia berada di peringkat 72 dari 77 negara, dengan sekitar 30 persen siswa yang mencapai kompetensi minimum. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya penguatan literasi sejak jenjang pendidikan dasar.

Menjawab persoalan itu, guru SDN Medang mengembangkan KARGOSKA MULAT! dengan memadukan pembelajaran membaca dan unsur permainan. Siswa mendapatkan kartu yang di dalamnya terdapat kata tersembunyi. Kata tersebut baru dapat ditemukan setelah permukaan kartu digosok. Selanjutnya, siswa diminta mengenali kata dan menyusunnya menjadi kalimat sederhana yang utuh.

Pendekatan tersebut menghadirkan unsur kejutan sekaligus mendorong siswa untuk aktif terlibat dalam proses belajar. Pembelajaran tidak lagi hanya berpusat pada guru, tetapi memberikan ruang kepada siswa untuk menemukan, membaca, mengucapkan, dan menyusun kata secara mandiri maupun berkelompok.

KARGOSKA MULAT! juga dirancang menggunakan pendekatan multisensori. Aktivitas menggosok kartu, melihat kata yang muncul, membaca, kemudian menyusun kata menjadi kalimat membuat siswa memperoleh pengalaman belajar melalui aktivitas visual, motorik, dan verbal.

Dalam pelaksanaannya, guru menyesuaikan kosakata pada kartu dengan tingkat perkembangan dan kemampuan siswa. Kartu digunakan dalam pembelajaran individu maupun kelompok kecil. Guru memberikan pendampingan, melakukan koreksi pelafalan, serta memberikan umpan balik positif kepada siswa.

Sekolah juga menyiapkan modul panduan penggunaan KARGOSKA MULAT! agar inovasi tersebut tidak berhenti sebagai media pembelajaran sesaat. Modul menjadi acuan bagi guru dalam merancang, menggunakan, dan mengembangkan permainan sesuai kebutuhan siswa.

Selain diterapkan di lingkungan sekolah, pengembangan inovasi diarahkan agar dapat direplikasi melalui Kelompok Kerja Guru (KKG). Dengan demikian, praktik pembelajaran literasi berbasis permainan tersebut berpotensi diterapkan oleh sekolah lain sesuai karakteristik peserta didiknya.

Ke depan, SDN Medang juga merencanakan pengembangan KARGOSKA Digital sebagai bentuk pembelajaran hybrid. Pengembangan ini diarahkan untuk memberikan kesempatan kepada siswa berlatih literasi secara lebih fleksibel di rumah dengan pendampingan orang tua.

Melalui KARGOSKA MULAT!, sekolah menargetkan sekitar 85 persen siswa kelas rendah mengalami peningkatan kelancaran membaca dan pemahaman kalimat. Sementara itu, seluruh guru kelas rendah diharapkan mampu menggunakan media tersebut dalam pembelajaran literasi.

Bagi siswa, inovasi ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kemampuan membaca dan menyusun kalimat, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri serta kegemaran membaca. Bagi orang tua, inovasi ini memberikan media yang lebih mudah digunakan untuk mendampingi latihan membaca anak di rumah.

KARGOSKA MULAT! pada akhirnya diarahkan bukan sekadar menjadi permainan kartu, melainkan sebagai strategi pembelajaran untuk membangun budaya literasi yang aktif, menyenangkan, inklusif, dan berkelanjutan sejak kelas rendah. Dengan pendekatan sederhana dan mudah direplikasi, inovasi SDN Medang tersebut menjadi salah satu upaya menghadirkan pembelajaran literasi yang lebih dekat dengan dunia anak.

Pos terkait

banner 468x60