LELI PUSING SDN Banjarejo Asah Keberanian Siswa Berbicara dalam Empat Bahasa

LAMONGAN — SD Negeri Banjarejo mengembangkan inovasi LELI PUSING (Learning Multilingual Public Speaking) untuk meningkatkan kemampuan komunikasi lisan, keberanian tampil, dan kepercayaan diri siswa sekolah dasar. Program ini memberikan ruang aman, inklusif, dan terstruktur bagi siswa untuk berlatih berbicara di depan umum secara rutin melalui empat bahasa, yakni Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Bahasa Jawa, dan Bahasa Arab.

Inovasi tersebut dilatarbelakangi masih terbatasnya kesempatan siswa untuk mengembangkan keterampilan komunikasi lisan dalam pembelajaran. Kondisi itu dapat memengaruhi keberanian, artikulasi, serta kemampuan siswa dalam menyampaikan gagasan di depan orang lain.

Melalui LELI PUSING, kegiatan public speaking menjadi bagian dari pembiasaan sekolah. Setiap siswa mendapat kesempatan tampil secara bergiliran sehingga tidak hanya kemampuan berbahasa yang berkembang, tetapi juga rasa percaya diri, kepemimpinan, tanggung jawab, dan kemampuan berinteraksi.

Pelaksanaan program dijadwalkan secara konsisten berdasarkan bahasa yang digunakan. Selasa untuk Bahasa Indonesia, Rabu Bahasa Inggris, Kamis Bahasa Jawa, dan Jumat Bahasa Arab. Pola tersebut membuat siswa terbiasa berkomunikasi dalam lingkungan multilingual sekaligus tetap mengenal dan melestarikan bahasa daerah serta nilai budaya lokal.

Berdasarkan evaluasi internal SD Negeri Banjarejo, dalam tiga bulan pertama penerapan LELI PUSING, sebanyak 82 persen siswa mengalami peningkatan signifikan dalam keberanian tampil dan kualitas komunikasi lisan. Hasil tersebut menunjukkan bahwa praktik komunikasi yang dilakukan secara rutin dapat memberikan dampak positif terhadap perkembangan keterampilan siswa.

Kepala SD Negeri Banjarejo menyampaikan bahwa LELI PUSING tidak hanya bertujuan melatih siswa berbicara, tetapi juga membangun budaya sekolah yang komunikatif dan percaya diri.

“Setiap anak memiliki kesempatan untuk tampil dan menyampaikan gagasannya. Kami ingin siswa tidak takut salah ketika belajar berbicara, karena melalui latihan yang rutin mereka akan semakin percaya diri dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Keunikan LELI PUSING juga terlihat dari keterlibatan orang tua. Selain berlatih di sekolah, siswa mendapatkan pendampingan untuk melakukan latihan mandiri di rumah. Orang tua berperan membantu mempersiapkan materi dan memberikan dukungan agar anak lebih percaya diri saat tampil.

Program ini dilaksanakan melalui beberapa tahapan, mulai dari pemetaan minat dan kemampuan bahasa siswa, pembinaan dan pendampingan oleh guru, pelaksanaan public speaking secara terjadwal, hingga evaluasi dan refleksi berkelanjutan. Guru melakukan monitoring mingguan, sedangkan perkembangan siswa dievaluasi secara berkala bersama orang tua.

Bagi siswa, LELI PUSING memberikan manfaat berupa peningkatan kepercayaan diri, kelancaran berbahasa, dan keberanian tampil di depan publik. Bagi guru, program menjadi instrumen pembinaan karakter dan literasi yang terstruktur. Sementara bagi orang tua, inovasi ini memperluas ruang keterlibatan dalam mendampingi perkembangan anak.

Selain meningkatkan kemampuan komunikasi, penggunaan empat bahasa dalam LELI PUSING menjadi upaya menyiapkan siswa menghadapi tantangan global tanpa meninggalkan identitas budaya. Bahasa Jawa tetap digunakan sebagai bagian dari pelestarian kearifan lokal, sedangkan Bahasa Inggris dan Bahasa Arab memperluas wawasan kebahasaan siswa.

Melalui inovasi tersebut, SD Negeri Banjarejo berupaya membangun budaya sekolah yang komunikatif, inklusif, dan berorientasi pada penguatan karakter. LELI PUSING diharapkan menjadi sarana pembentukan generasi yang berani menyampaikan gagasan, mampu berkomunikasi dengan baik, serta memiliki daya saing sejak jenjang pendidikan dasar.

Pos terkait

banner 468x60