PEPELING SDN Gedangan Dorong Budaya Peduli Lingkungan Berbasis Kolaborasi Warga Sekolah

LAMONGAN – SD Negeri Gedangan menghadirkan inovasi PEPELING (Pendidikan Edukasi Peduli Lingkungan) sebagai upaya membangun budaya sekolah yang bersih, sehat, asri, dan berkelanjutan melalui keterlibatan seluruh warga sekolah.

Inovasi tersebut dilatarbelakangi masih adanya tantangan dalam membangun sinergi antara kepala sekolah, guru, komite, orang tua atau wali murid, serta siswa dalam menjaga lingkungan sekolah. Keterbatasan komunikasi dan kolaborasi membuat sejumlah kegiatan kebersihan dan pelestarian lingkungan belum berjalan secara optimal dan belum sepenuhnya menumbuhkan rasa memiliki terhadap lingkungan sekolah.

Melalui PEPELING, SDN Gedangan tidak hanya menempatkan kepedulian lingkungan sebagai kegiatan kebersihan, tetapi mengintegrasikannya dengan pendidikan karakter, pembiasaan, perencanaan partisipatif, dan aksi nyata warga sekolah.

Kepala sekolah, guru, komite, orang tua, dan siswa dilibatkan dalam pemetaan persoalan lingkungan sekaligus penyusunan rencana aksi. Pendekatan tersebut diharapkan mampu menciptakan rasa kepemilikan bersama sehingga program lingkungan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial.

Salah satu keunggulan PEPELING adalah penerapan pendekatan bottom-up melalui dialog terbuka. Berbagai persoalan, seperti pengelolaan sampah, penghijauan, kebersihan, dan efisiensi energi, dipetakan bersama untuk kemudian diterjemahkan menjadi program yang aplikatif.

PEPELING juga mengembangkan Eco-Habit Formation melalui pembiasaan harian dan mingguan. Kegiatannya antara lain pemilahan sampah dari sumber, pengelolaan bank sampah sekolah, piket lingkungan, penghijauan, serta kegiatan gotong royong. Pembiasaan tersebut dapat diintegrasikan dengan kegiatan pembelajaran dan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).

Pelaksanaan inovasi dilakukan secara bertahap. Pada bulan pertama, sekolah melakukan pemetaan kondisi lingkungan melalui Focus Group Discussion (FGD), membentuk Tim Sinergi PEPELING, serta menyusun modul edukasi dan rencana aksi.

Tahap kedua difokuskan pada pengembangan program prioritas dan penguatan kapasitas melalui Training of Trainers (ToT) bagi guru serta kader siswa peduli lingkungan. Selanjutnya, pada tahap implementasi, sekolah menetapkan Kalender Aksi Kolaboratif yang mengatur kegiatan dan pembagian peran warga sekolah secara harian maupun mingguan.

Monitoring dan evaluasi dilakukan secara berkala untuk mengetahui perkembangan program sekaligus menjadi dasar perbaikan. Dokumentasi kegiatan, daftar hadir, risalah rapat, serta laporan evaluasi menjadi bagian dari sistem pengelolaan inovasi.

PEPELING menargetkan sedikitnya 85 persen siswa dan warga sekolah mengalami peningkatan kesadaran serta perilaku dalam memilah sampah dan menjaga kebersihan. Partisipasi komite dan orang tua juga ditargetkan meningkat hingga 40 persen dalam satu tahun, sementara tingkat kepuasan warga sekolah terhadap kenyamanan dan kebersihan lingkungan ditargetkan mencapai 90 persen.

Selain itu, program menargetkan penurunan volume sampah yang tidak terkelola di lingkungan sekolah hingga 50 persen.

Melalui PEPELING, SDN Gedangan berharap terbentuk budaya sekolah yang tidak hanya bersih secara fisik, tetapi juga memiliki ekosistem pendidikan yang kolaboratif, gotong royong, dan berwawasan lingkungan.

Inovasi ini sekaligus menjadi upaya menanamkan karakter peduli lingkungan sejak dini dan mendorong terbentuknya peserta didik yang memiliki kepedulian sosial, bertanggung jawab, serta mampu berkontribusi terhadap keberlanjutan lingkungan di sekolah maupun masyarakat.

Pos terkait

banner 468x60