LAMONGAN – Pemerintah Kabupaten Lamongan melalui Dinas Pendidikan terus memperkuat budaya literasi peserta didik melalui inovasi LAMBASAKU (Lamongan Membaca Sehari Satu Buku). Program ini dihadirkan sebagai upaya meningkatkan minat baca, kemampuan literasi, serta kualitas pembelajaran sekaligus membangun karakter peserta didik sejak dini.
Budaya literasi memiliki peran penting dalam membentuk peserta didik yang adaptif, gemar membaca, mampu berpikir kritis, serta terampil menuangkan gagasan secara lisan maupun tulisan. Namun, keterbatasan jumlah dan variasi buku bacaan, fasilitas perpustakaan yang belum optimal, serta layanan perpustakaan yang belum merata masih menjadi tantangan dalam membangun kebiasaan membaca di lingkungan pendidikan.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena rendahnya budaya baca dapat berpengaruh terhadap kemampuan peserta didik dalam memahami materi pembelajaran dan pada akhirnya berdampak terhadap capaian literasi dalam Asesmen Nasional maupun Rapor Pendidikan.
Melalui LAMBASAKU, Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan mendorong pembiasaan membaca setiap hari dengan menyediakan sudut baca di setiap kelas. Program ini tidak hanya menempatkan membaca sebagai aktivitas rutin, tetapi juga membangun ekosistem pembelajaran yang berpusat pada peserta didik dan mendukung pengembangan potensi akademik serta budi pekerti.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan dalam berbagai kesempatan menekankan bahwa penguatan literasi membutuhkan keterlibatan seluruh ekosistem pendidikan. Karena itu, LAMBASAKU melibatkan guru, sekolah, komunitas pendidikan, keluarga, dan peserta didik dalam menciptakan lingkungan yang mendukung kebiasaan membaca.
Salah satu keunggulan LAMBASAKU adalah pengintegrasian kearifan lokal Lamongan dalam bahan bacaan. Cerita rakyat, budaya, serta potensi daerah dikembangkan menjadi materi bacaan yang dekat dengan kehidupan peserta didik. Pendekatan tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan kemampuan membaca, tetapi juga menumbuhkan kecintaan terhadap budaya dan daerah asal.
Kebaruan lainnya adalah keterlibatan guru-guru Lamongan dalam menghasilkan bahan bacaan. Guru didorong untuk menulis dan menyusun buku cerita maupun bahan literasi yang sesuai dengan karakteristik dan tingkat perkembangan peserta didik. Dengan demikian, tercipta ekosistem literasi yang partisipatif, kreatif, dan berkelanjutan.
LAMBASAKU juga mengembangkan kompetensi peserta didik secara holistik. Aktivitas membaca diarahkan untuk memperkuat karakter, kemampuan berpikir kritis, keterampilan berbicara, menulis, serta kemampuan menyampaikan gagasan secara terstruktur.
Implementasinya dilakukan secara luas pada satuan pendidikan formal jenjang SD dan SMP, serta komunitas pendidikan nonformal di wilayah Kabupaten Lamongan. Untuk memastikan keberlanjutan program, Dinas Pendidikan menyusun panduan teknis, mengalokasikan waktu membaca harian, menyediakan sudut baca, mengembangkan bahan bacaan lokal, serta memadukan literasi fisik dengan penguatan literasi digital.
Pelaksanaan program juga diperkuat melalui monitoring dan evaluasi secara berkala dengan memanfaatkan data Asesmen Nasional dan Rapor Pendidikan. Hasil evaluasi digunakan sebagai dasar untuk menyusun rekomendasi dan perbaikan program secara berkelanjutan.
Melalui LAMBASAKU, Pemerintah Kabupaten Lamongan menargetkan terbentuknya ekosistem literasi di seluruh satuan pendidikan, tersedianya bahan bacaan berbasis kearifan lokal karya guru Lamongan, serta meningkatnya motivasi membaca dan produktivitas guru dalam menghasilkan karya.
Lebih jauh, inovasi ini diharapkan mampu meningkatkan budaya membaca peserta didik tidak hanya di sekolah, tetapi juga di lingkungan keluarga dan masyarakat. Kebiasaan membaca setiap hari diharapkan berkembang menjadi budaya belajar sepanjang hayat.
Dengan pendekatan yang sistematis, inklusif, berbasis kearifan lokal, dan mudah direplikasi, LAMBASAKU menjadi salah satu langkah strategis Kabupaten Lamongan dalam memperkuat fondasi literasi sekaligus membentuk generasi yang berkarakter, kritis, kreatif, dan mampu menghadapi tantangan masa depan.



