Lamongan Andalkan BERLIAN MEGILAN, Tekan Risiko Banjir Perkotaan

LAMONGAN – Pemerintah Kabupaten Lamongan melalui Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) terus memperkuat upaya pencegahan banjir perkotaan melalui inovasi BERLIAN MEGILAN (Bersih Lumpur untuk Lingkungan Aman dan Nyaman). Inovasi ini menghadirkan pola pemeliharaan kanal perkotaan yang lebih terstruktur, kolaboratif, dan berkelanjutan untuk mengembalikan fungsi saluran pembuangan air secara optimal.

BERLIAN MEGILAN lahir dari kondisi kanal-kanal pembuang di kawasan perkotaan yang menghadapi persoalan pendangkalan, tumpukan lumpur, sampah domestik, serta pertumbuhan bangunan dan fasilitas umum di sepanjang bantaran kanal. Kondisi tersebut berpotensi mengurangi kapasitas alir saluran, terutama ketika curah hujan meningkat.

Sebelumnya, pembersihan kanal masih banyak mengandalkan tenaga manual dan dilakukan secara insidental. Pola tersebut dinilai kurang efektif menghadapi tingginya volume endapan serta kondisi kanal yang berada di kawasan padat permukiman.

Melalui BERLIAN MEGILAN, Dinas PU SDA menerapkan metode kolaborasi hibrida dengan memadukan tenaga manual dan alat berat. Ekskavator serta mesin pompa digunakan pada kanal utama yang memiliki kapasitas besar, sedangkan tenaga manual difokuskan pada area sempit, percabangan saluran, kolong jembatan, dan lokasi yang sulit dijangkau alat berat.

Selain perubahan metode kerja, inovasi ini juga mengubah pola pemeliharaan dari penanganan pasif menjadi operasi rutin sepanjang tahun dan pemeliharaan berkala sebanyak 3–4 kali dalam setahun. Dengan pola tersebut, kondisi kanal dapat dipantau dan ditangani sebelum terjadi pendangkalan yang semakin parah.

Pelaksanaan BERLIAN MEGILAN juga melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Dinas Perhubungan berperan dalam pengaturan lalu lintas di lokasi pekerjaan, Dinas Lingkungan Hidup menangani pengangkutan dan pengelolaan material hasil pengerukan, sementara koordinasi dengan PLN, Telkom, dan PDAM dilakukan untuk memastikan keamanan jaringan utilitas yang berada di sekitar kanal.

Masyarakat juga dilibatkan melalui sosialisasi dan penguatan kesadaran untuk menjaga kebersihan saluran serta tidak membuang sampah ke sungai maupun drainase. Pendekatan ini menjadikan penanganan banjir tidak hanya bertumpu pada pemerintah, tetapi juga mendorong partisipasi masyarakat.

Tahapan pelaksanaan dimulai dari pemetaan kondisi kanal, identifikasi titik rawan pendangkalan, pengukuran volume lumpur, serta pendataan bangunan dan fasilitas umum di bantaran saluran. Selanjutnya dilakukan perencanaan kebutuhan armada dan tenaga operasional, pelaksanaan pengerukan dan pembersihan, pemantauan kondisi saluran, hingga evaluasi dan penyusunan laporan kinerja.

Dalam pelaksanaannya, BERLIAN MEGILAN menargetkan normalisasi kanal eksisting sepanjang ±14 kilometer. Selain itu, operasi rutin pembersihan sampah dan gulma dilakukan secara konsisten selama satu tahun.

Dari sisi hasil, inovasi ini ditargetkan mampu mempercepat debit dan laju aliran pada saluran pembuangan utama kota serta menekan durasi dan tinggi genangan di kawasan rawan hingga 30 persen. Penataan kanal juga diharapkan dapat meminimalisir keberadaan bangunan liar di sepanjang bantaran sekaligus meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan.

BERLIAN MEGILAN menjadi salah satu langkah konkret Pemkab Lamongan dalam membangun sistem pengelolaan infrastruktur sumber daya air yang lebih responsif terhadap risiko banjir. Inovasi ini sekaligus mendukung penataan infrastruktur daerah dan mewujudkan kawasan perkotaan yang lebih bersih, aman, nyaman, dan berkelanjutan.

Pos terkait

banner 468x60