RAMASINTA Perkuat Wisata Desa melalui Pemberdayaan Masyarakat untuk Peningkatan Ekonomi Lokal

LAMONGAN – Pemerintah Kabupaten Lamongan melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan menghadirkan inovasi RAMASINTA (Pariwisata Ramah dan Terintegrasi) untuk mengoptimalkan potensi wisata desa, meningkatkan kunjungan wisatawan, sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat lokal.

Inovasi ini hadir menjawab tantangan pengelolaan pariwisata perdesaan yang masih berjalan secara terpisah. Padahal, Kabupaten Lamongan, khususnya kawasan Pantura, memiliki beragam potensi wisata, mulai dari wisata bahari, religi, budaya, hingga ekonomi kreatif. Keberadaan Wisata Bahari Lamongan (WBL) dan wisata religi Makam Sunan Drajat menjadi daya tarik utama yang dapat diintegrasikan dengan potensi desa di sekitarnya.

Melalui RAMASINTA, berbagai destinasi desa, produk UMKM dan ekonomi kreatif, seni budaya, serta cagar budaya dikemas dalam paket wisata terintegrasi (multi-destination tour). Konsep ini memungkinkan wisatawan menikmati beragam pengalaman dalam satu rangkaian perjalanan sehingga destinasi desa tidak lagi berdiri sendiri.

“RAMASINTA diarahkan untuk membangun ekosistem wisata yang saling terhubung. Masyarakat desa tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi pelaku utama dalam rantai ekonomi pariwisata,” menjadi semangat utama pengembangan inovasi tersebut.

Kebaruan RAMASINTA juga terletak pada penerapan konsep pariwisata ramah anak dan keluarga. Jejaring Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) di 408 desa/kelurahan menjadi bagian dari upaya membangun destinasi yang aman, nyaman, dan ramah bagi wisatawan keluarga.

Dari sisi promosi, RAMASINTA menerapkan strategi omnichannel promotion melalui website, media sosial, dan saluran komunikasi terpusat. Pendekatan ini ditujukan untuk memudahkan wisatawan memperoleh informasi destinasi, memilih paket perjalanan, hingga mendapatkan layanan pemesanan secara lebih praktis.

Pengembangan RAMASINTA juga diarahkan pada penguatan ekosistem pariwisata digital. Salah satunya melalui gagasan peta digital interaktif yang memuat profil desa, destinasi, kalender kegiatan lokal, serta informasi pengalaman wisatawan. Program loyalitas berupa poin kunjungan yang dapat ditukar dengan produk UMKM desa juga berpotensi dikembangkan.

Generasi muda desa turut dilibatkan sebagai content creator lokal untuk menghasilkan konten promosi kreatif mengenai destinasi, budaya, kuliner, dan produk unggulan desa. Pelibatan tersebut diharapkan membuka peluang ekonomi baru sekaligus menumbuhkan rasa memiliki terhadap potensi wisata daerah.

Pelaksanaan inovasi dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu sosialisasi dan rekrutmen pendamping wisata, koordinasi lintas OPD dan pemangku kepentingan, penyusunan petunjuk teknis serta standardisasi layanan, pemasaran terpadu dan pelaksanaan paket wisata, serta monitoring dan evaluasi.

Kolaborasi melibatkan pemerintah desa, Pokdarwis, pelaku UMKM dan ekonomi kreatif, pegiat seni budaya, pengelola destinasi, serta juru pemelihara cagar budaya. Pendekatan kolaboratif ini diharapkan meningkatkan kapasitas masyarakat sekaligus memperkuat rantai pasok pariwisata lokal.

Melalui RAMASINTA, Pemkab Lamongan menargetkan meningkatnya kunjungan wisatawan ke desa wisata, pendapatan masyarakat, kapasitas Pokdarwis dan pelaku ekonomi kreatif, serta kontribusi sektor pariwisata terhadap PAD.

Inovasi ini pada akhirnya diharapkan mampu mengubah pola pengelolaan pariwisata menjadi lebih terintegrasi, partisipatif, ramah keluarga, dan berkelanjutan. Dengan demikian, pertumbuhan sektor pariwisata tidak hanya terkonsentrasi pada destinasi unggulan, tetapi turut memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat desa di Kabupaten Lamongan.

Pos terkait

banner 468x60