RSUD Ngimbang Hadirkan KUDA SI KARWO untuk Permudah Distribusi Darah

LAMONGAN — RSUD Ngimbang, Kabupaten Lamongan, menghadirkan inovasi KUDA SI KARWO (Kurir Darah Si Pendekar Nyowo) untuk mengatasi keterbatasan akses distribusi darah bagi pasien. Inovasi tersebut melibatkan Paguyuban Ojek Terminal Ngimbang sebagai kurir darah yang telah mendapatkan pelatihan distribusi darah sesuai standar dari Laboratorium RSUD Ngimbang dan Palang Merah Indonesia (PMI).

Inovasi ini hadir karena lokasi RSUD Ngimbang berjarak sekitar 40–70 kilometer dari PMI serta terbatasnya transportasi publik. Kondisi tersebut sebelumnya menyulitkan pasien dan keluarga dalam memperoleh darah, sekaligus membuka peluang munculnya praktik percaloan transportasi darah dengan biaya yang tidak pasti.

Melalui KUDA SI KARWO, RSUD Ngimbang bertindak sebagai mediator antara pasien, PMI, dan kurir darah. Pasien dan keluarga tidak perlu datang langsung ke PMI untuk mengambil darah. Kebutuhan darah yang telah ditentukan berdasarkan rekomendasi transfusi dikoordinasikan oleh rumah sakit dengan PMI, kemudian pengambilan dan pengantaran dilakukan oleh kurir yang telah ditunjuk.

Direktur RSUD Ngimbang menjelaskan, sistem tersebut dirancang untuk memberikan kepastian pelayanan sekaligus melindungi pasien dan keluarga dari biaya transportasi yang tidak transparan.

“KUDA SI KARWO memberikan kepastian tarif transportasi, baik siang maupun malam, termasuk dalam kondisi hujan. Pembayaran dilakukan melalui loket rumah sakit sehingga lebih transparan dan mengurangi peluang terjadinya percaloan,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, setelah kebutuhan darah dan ketersediaannya dikonfirmasi PMI, RSUD Ngimbang menghubungi kurir KUDA SI KARWO. Kurir kemudian mengambil darah di PMI dan mengantarkannya ke RSUD Ngimbang. Perjalanan kurir dipantau menggunakan aplikasi GPS Life 360 untuk memastikan distribusi berlangsung aman dan tepat waktu.

Sesampainya di rumah sakit, darah diterima dan diproses sesuai standar pelayanan transfusi. Sistem tersebut juga mendukung ketepatan identifikasi pasien dan jenis darah sehingga aspek keselamatan pasien tetap menjadi prioritas.

Evaluasi pelaksanaan KUDA SI KARWO dilakukan secara berkala dengan melihat ketepatan waktu distribusi, ketepatan identifikasi pasien, kejadian reaksi transfusi, serta tingkat kepuasan pasien dan keluarga.

RSUD Ngimbang mencatat sejumlah manfaat dari inovasi tersebut. Kualitas distribusi darah yang lebih terjamin berkontribusi terhadap penurunan kejadian reaksi transfusi dari 4 persen menjadi 0 persen. Sementara itu, indikator kepuasan pasien dan keluarga meningkat menjadi 89 persen, melampaui standar 80 persen.

Selain memberikan manfaat bagi pasien, inovasi ini juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat lokal. Keterlibatan Paguyuban Ojek Terminal Ngimbang sebagai kurir darah meningkatkan pendapatan mereka sekitar 50–100 persen per bulan sekaligus membuka ruang partisipasi masyarakat dalam pelayanan kesehatan.

KUDA SI KARWO tidak hanya menjadi solusi logistik, tetapi juga membangun kolaborasi antara rumah sakit, PMI, dan masyarakat. Dengan tarif yang tetap, proses yang transparan, serta distribusi yang dapat dipantau, inovasi ini diharapkan semakin memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap RSUD Ngimbang.

Melalui inovasi tersebut, RSUD Ngimbang berkomitmen memastikan kebutuhan darah pasien dapat dipenuhi secara lebih mudah, cepat, aman, dan efisien, sekaligus meningkatkan mutu pelayanan dan keselamatan pasien serta menghapus praktik percaloan transportasi darah.

Pos terkait

banner 468x60