LAMONGAN – SD Negeri Sambangan terus mendorong penguatan budaya literasi di lingkungan sekolah melalui inovasi SAHABAT (Sambangan Anak Hebat, Akrab Baca, dan Terampil). Program tersebut dikembangkan sebagai respons terhadap masih rendahnya minat baca dan kemampuan literasi siswa, khususnya dalam membaca, menulis, berdiskusi, serta memahami informasi secara kritis.
Hasil observasi dan evaluasi sekolah menunjukkan bahwa sebagian siswa masih kurang tertarik mengikuti aktivitas membaca dan menulis. Kondisi tersebut berdampak pada kemampuan memahami bacaan, menyampaikan gagasan, serta mengembangkan keterampilan berpikir kritis. Padahal, literasi menjadi salah satu fondasi penting dalam mendukung keberhasilan pembelajaran dan kecakapan siswa menghadapi tuntutan abad ke-21.
Melalui SAHABAT, SD Negeri Sambangan berupaya mengubah kegiatan literasi menjadi aktivitas yang lebih menarik, interaktif, dan dekat dengan keseharian siswa. Program tidak hanya berorientasi pada kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga dikembangkan untuk mendukung literasi digital, numerasi, sains, dan budaya.
Salah satu strategi yang diterapkan adalah Kelas Literasi Interaktif melalui storytelling, diskusi kreatif, reading challenge, serta kompetisi menulis berbasis tema. Sekolah juga menyediakan pojok baca interaktif di kelas dan mengembangkan perpustakaan digital untuk memperluas akses siswa terhadap bahan bacaan.
Pembiasaan literasi dilakukan setiap pagi melalui kegiatan 15 Menit Membaca Senyap sebelum pembelajaran dimulai. Setelah membaca, siswa diarahkan membuat refleksi singkat atau berdiskusi mengenai isi bacaan. Dengan pola tersebut, membaca tidak hanya menjadi kegiatan pasif, tetapi dilanjutkan dengan proses memahami, mengolah, dan menyampaikan kembali informasi.
Kepala sekolah dan guru juga menjadi bagian penting dalam pelaksanaan SAHABAT. Guru mendapatkan penguatan kapasitas sebagai fasilitator literasi sehingga mampu menciptakan kegiatan membaca yang lebih kreatif dan sesuai dengan karakter siswa. Pelaksanaan program kemudian dipantau secara berkala melalui jurnal literasi, kegiatan kreativitas baca-tulis, serta evaluasi perkembangan kemampuan siswa.
Inovasi tersebut juga memperluas keterlibatan keluarga melalui Gerakan Literasi Keluarga. Siswa mendapatkan tantangan membaca bersama orang tua atau anggota keluarga di rumah. Pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan kesinambungan antara budaya literasi di sekolah dan lingkungan keluarga.
Untuk meningkatkan motivasi, SAHABAT turut menerapkan sistem apresiasi melalui piagam dan penghargaan bagi siswa maupun kelas yang aktif dalam kegiatan literasi. Sekolah juga membuka ruang kolaborasi dengan komunitas atau pegiat literasi lokal melalui kegiatan workshop dan aktivitas inspiratif lainnya.
Dari sisi hasil, pelaksanaan SAHABAT ditargetkan mampu meningkatkan frekuensi kunjungan siswa ke perpustakaan hingga 60 persen. Selain itu, sekolah menargetkan 75 persen siswa mampu memahami teks bacaan sesuai level kelasnya. Peningkatan tersebut diharapkan berjalan seiring dengan terbentuknya budaya literasi yang melibatkan seluruh warga sekolah.
Program SAHABAT juga menghasilkan berbagai karya siswa, antara lain jurnal membaca, antologi cerpen, buletin sekolah, dan portofolio literasi. Berbagai karya tersebut menjadi dokumentasi perkembangan kemampuan siswa sekaligus bukti bahwa kegiatan literasi dapat menghasilkan produk kreatif.
Melalui SAHABAT, SD Negeri Sambangan menempatkan literasi bukan sekadar kegiatan tambahan, melainkan bagian dari budaya sekolah. Dengan pembiasaan yang konsisten, dukungan guru, fasilitas yang memadai, serta kolaborasi orang tua, inovasi tersebut diharapkan mampu membentuk siswa yang gemar membaca, terampil berkomunikasi, berpikir kritis, kreatif, dan siap menghadapi perkembangan zaman.



