Lamongan – SDN 3 Lopang menghadirkan inovasi RAJA MENANTI (Rabu Muroja’ah, Mental Qur’ani Sejak Dini) sebagai upaya menjaga konsistensi hafalan Al-Qur’an sekaligus membangun karakter religius peserta didik.
Program ini dilatarbelakangi hasil observasi awal yang menunjukkan baru sekitar 40 persen siswa yang secara mandiri melakukan muroja’ah atau mengulang hafalan Al-Qur’an di rumah. Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan hafalan yang telah dicapai mudah terlupakan apabila tidak disertai pengulangan secara rutin dan terstruktur.
Melalui RAJA MENANTI, sekolah menetapkan Rabu pagi pukul 06.30–07.00 WIB sebagai waktu khusus untuk melaksanakan muroja’ah secara berjamaah. Kegiatan dilakukan dengan pendekatan yang terstruktur dan melibatkan guru serta siswa secara aktif.
“RAJA MENANTI kami hadirkan untuk menjadikan muroja’ah bukan sekadar kegiatan sesaat, tetapi menjadi kebiasaan yang dilakukan secara disiplin dan berkelanjutan,” demikian semangat yang dikembangkan SDN 3 Lopang melalui inovasi tersebut.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan mengombinasikan metode drill dan talaqqi berantai, simak hafalan secara kolektif, serta pengelompokan siswa berdasarkan tingkat capaian hafalan. Guru juga memberikan pendampingan untuk memperbaiki tajwid dan makhrajul huruf sehingga siswa tidak hanya mampu menghafal, tetapi juga membaca Al-Qur’an dengan lebih baik.
Keunggulan lain RAJA MENANTI adalah adanya Buku Monitoring Hafalan yang menjadi media kolaborasi antara sekolah dan orang tua. Perkembangan hafalan siswa dapat dipantau secara berkala sehingga pembiasaan muroja’ah tidak berhenti di sekolah, tetapi dapat dilanjutkan ketika siswa berada di rumah.
Proses inovasi dilaksanakan melalui empat tahapan. Pertama, tahap persiapan berupa pemetaan kemampuan hafalan siswa, penyusunan jadwal dan kelompok muroja’ah, serta penyiapan guru pendamping. Kedua, tahap implementasi melalui muroja’ah rutin, bimbingan tajwid dan makhraj, serta pendampingan berdasarkan level hafalan.
Ketiga, pemantauan dan evaluasi dilakukan melalui setoran hafalan mingguan, pencatatan perkembangan dalam buku monitoring, dan pembaruan target. Keempat, sekolah memberikan ruang apresiasi melalui Pentas Hafalan secara berkala untuk meningkatkan motivasi siswa.
Program tersebut ditargetkan mampu meningkatkan kelancaran hafalan, dengan sasaran 80 persen siswa mampu mengulang satu juz secara lancar tanpa kesalahan. Selain itu, sekolah menargetkan penurunan hafalan yang terlupakan hingga 50 persen.
RAJA MENANTI juga mendukung penguatan karakter peserta didik, khususnya dimensi beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia. Bagi siswa, program ini diharapkan memperkuat hafalan, kedisiplinan, dan karakter religius. Bagi guru, program memudahkan pemetaan serta pemantauan perkembangan hafalan secara sistematis.
Lebih jauh, inovasi ini menjadi bagian dari upaya SDN 3 Lopang membangun budaya sekolah yang religius dan kondusif. Dengan pembiasaan yang dilakukan secara konsisten, RAJA MENANTI diharapkan mampu menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sejak dini sekaligus memastikan hafalan siswa tetap terjaga dan berkembang secara berkelanjutan.



