SDN 1 Gintungan Hadirkan WTS, Majalah Dinding 3D Interaktif untuk Tingkatkan Budaya Literasi Siswa

Lamongan – SD Negeri 1 Gintungan mengembangkan inovasi WTS (Wadah Tulisan Sekolah) sebagai upaya meningkatkan minat baca dan budaya literasi peserta didik melalui transformasi majalah dinding konvensional menjadi media interaktif berbasis Pop-Up Book tiga dimensi (3D). Inovasi ini lahir sebagai respons terhadap rendahnya daya tarik media literasi sekolah yang selama ini masih menggunakan lembaran kertas dua dimensi yang bersifat statis sehingga kurang mampu menarik perhatian siswa untuk membaca maupun berkarya.

Kepala SD Negeri 1 Gintungan mengatakan WTS dirancang untuk menghadirkan pengalaman literasi yang lebih menarik, kreatif, dan menyenangkan. Melalui media ini, siswa tidak hanya menjadi pembaca, tetapi juga terlibat sebagai penulis, editor, ilustrator, dan pembuat konstruksi pop-up.

“Kami ingin menjadikan majalah dinding sebagai ruang belajar yang hidup. Dengan konsep tiga dimensi, siswa lebih tertarik membaca sekaligus terdorong untuk menghasilkan karya yang dapat dipublikasikan kepada seluruh warga sekolah,” ujarnya.

Berbeda dengan majalah dinding konvensional, WTS memadukan teknik Pop-Up Book, lift-the-flap, dan elemen gerak interaktif sehingga setiap halaman dapat dibuka, ditegakkan, maupun digerakkan oleh pembaca. Berbagai konten seperti artikel edukatif, puisi, cerita pendek, poster, informasi sekolah, hingga karya seni siswa dikemas dalam tampilan visual yang lebih atraktif. Pendekatan tersebut mampu meningkatkan rasa ingin tahu sekaligus memperkuat pemahaman siswa terhadap materi yang disajikan.

Pelaksanaan inovasi dilakukan melalui tiga tahapan. Pertama, guru pendamping memberikan pelatihan kepada tim redaksi siswa mengenai teknik pembuatan pop-up, penyuntingan naskah, serta penataan desain visual. Kedua, siswa memproduksi konten secara tematik setiap bulan sesuai isu pendidikan maupun kegiatan sekolah. Ketiga, hasil karya dipajang di area strategis seperti perpustakaan dan selasar sekolah serta dilengkapi kegiatan bedah majalah dinding dan sesi membaca interaktif antarkelas.

Guru pendamping literasi menilai keterlibatan siswa dalam seluruh proses produksi menjadi keunggulan utama WTS. Selain meningkatkan kemampuan membaca dan menulis, siswa juga belajar bekerja sama, mengembangkan kreativitas, berpikir kritis, serta melatih keterampilan motorik melalui pembuatan media tiga dimensi.

“Anak-anak memperoleh pengalaman belajar yang utuh. Mereka belajar menyusun informasi, mengedit tulisan, mendesain tampilan, hingga membuat karya pop-up yang menarik. Proses ini sekaligus membangun rasa percaya diri dan tanggung jawab,” katanya.

Inovasi WTS memberikan manfaat bagi seluruh warga sekolah. Bagi siswa, media ini menjadi wadah untuk mengembangkan bakat menulis, menggambar, dan berkarya secara kreatif. Bagi guru, WTS menjadi media pembelajaran kontekstual yang dapat mendukung berbagai mata pelajaran sekaligus memperkuat pendidikan karakter. Sementara bagi sekolah, inovasi ini menciptakan lingkungan literasi yang lebih hidup, estetis, dan mendorong peningkatan budaya membaca.

Sejak diterapkan, WTS menunjukkan hasil yang positif. Jumlah karya literasi siswa meningkat pada setiap penerbitan, terbentuk tim redaksi yang memiliki kemampuan dasar jurnalistik dan desain visual, serta meningkatnya kunjungan siswa ke area literasi sekolah. Kehadiran majalah dinding interaktif juga mendorong siswa lebih aktif berdiskusi, membaca, dan mengekspresikan ide melalui tulisan maupun karya seni.

Melalui WTS, SD Negeri 1 Gintungan berharap budaya literasi tidak hanya tumbuh sebagai kegiatan membaca, tetapi berkembang menjadi gerakan kreatif yang melibatkan seluruh warga sekolah. Inovasi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi sekolah lain dalam menghadirkan media literasi yang menarik, edukatif, dan relevan dengan karakter peserta didik di era pembelajaran modern.

Pos terkait

banner 468x60