SDN Sambopinggir Hadirkan NGAOS ASYIK, Inovasi Pembelajaran Al-Qur’an yang Interaktif dan Kolaboratif

LAMONGAN – SDN Sambopinggir menghadirkan inovasi NGAOS ASYIK (Ngaji On The Sambopinggir Asyik) sebagai upaya memperkuat literasi keagamaan sekaligus membentuk karakter peserta didik yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia.

Program tersebut lahir dari hasil evaluasi awal sekolah yang menunjukkan masih adanya peserta didik yang mengalami kesulitan membedakan hukum bacaan (tajwid), menjaga kelancaran membaca secara tartil, serta mencapai ketepatan membaca Al-Qur’an. Kondisi itu menjadi perhatian sekolah karena kemampuan membaca Al-Qur’an tidak hanya berkaitan dengan literasi keagamaan, tetapi juga mendukung pembiasaan ibadah dan pembentukan karakter sejak usia dini.

Kepala SDN Sambopinggir menjelaskan, tantangan tersebut antara lain dipengaruhi keterbatasan alokasi waktu pembelajaran keagamaan reguler, metode pembelajaran yang cenderung konvensional, serta belum optimalnya sarana pendampingan belajar yang terstruktur dan interaktif.

“Melalui NGAOS ASYIK, pembelajaran Al-Qur’an dikemas lebih menyenangkan, tidak hanya membaca, tetapi juga menulis huruf hijaiyah, mengenal seni kaligrafi, serta membangun kebiasaan mengaji secara rutin,” ujarnya.

NGAOS ASYIK mengusung pendekatan pembelajaran yang holistik dengan memadukan keterampilan membaca Al-Qur’an, penguasaan tajwid dan tartil, latihan menulis huruf hijaiyah, serta kreativitas melalui seni kaligrafi sederhana.

Keunikan lainnya adalah pemanfaatan musholla sekolah sebagai ruang pembelajaran yang lebih ramah dan kondusif. Peserta didik mendapatkan pendampingan melalui kelompok kecil, pembelajaran teman sebaya, serta bimbingan guru dan fasilitator dari lingkungan sekitar.

Sekolah juga menerapkan Buku Catatan Perkembangan Belajar NGAOS ASYIK untuk mencatat perkembangan kemampuan setiap peserta didik. Buku tersebut menjadi instrumen pemantauan sekaligus media komunikasi antara sekolah dan orang tua mengenai perkembangan kemampuan membaca, penguasaan tajwid, serta latihan menulis siswa.

Pelaksanaan program dilakukan melalui tiga tahapan. Pertama, tahap persiapan dan konsolidasi yang meliputi sosialisasi kepada guru, komite, peserta didik dan orang tua, penyusunan modul, serta pembentukan tim pendamping.

Kedua, tahap pelaksanaan dan pembiasaan berupa kegiatan ngaji mingguan di musholla sekolah, pendampingan membaca Al-Qur’an sesuai kaidah tartil dan tajwid, serta latihan menulis hijaiyah dan kaligrafi.

Ketiga, tahap evaluasi, apresiasi dan pengembangan berkelanjutan. Sekolah melakukan penilaian berkala terhadap kemampuan membaca dan menulis peserta didik, disertai pemberian apresiasi serta kegiatan seperti gebyar pembacaan Al-Qur’an dan pameran karya kaligrafi.

Program ini menargetkan sedikitnya 85 persen siswa mampu mencapai ketepatan bacaan tartil dan kelancaran menulis hijaiyah sesuai standar evaluasi. Selain itu, sekolah menargetkan 100 persen siswa aktif mengikuti kegiatan ngaji mingguan serta tingkat kepuasan orang tua mencapai minimal 90 persen.

Dari sisi kreativitas, setiap siswa ditargetkan menghasilkan sedikitnya satu karya kaligrafi hijaiyah sederhana setiap semester. Program juga diarahkan untuk memperkuat sinergi antara sekolah, komite, orang tua dan tokoh agama dalam mendukung pendidikan karakter.

Kehadiran NGAOS ASYIK diharapkan tidak berhenti pada peningkatan kemampuan teknis membaca dan menulis Al-Qur’an. Lebih jauh, program ini diarahkan untuk membangun budaya mengaji yang berkelanjutan di sekolah maupun di rumah.

Melalui pembiasaan tersebut, SDN Sambopinggir berharap tumbuh kecintaan peserta didik terhadap Al-Qur’an, meningkatnya kepercayaan diri dalam membaca dan menampilkan karya, serta terbentuknya karakter religius dalam kehidupan sehari-hari.

Sekolah juga menyiapkan integrasi NGAOS ASYIK ke dalam Rencana Kerja Sekolah (RKS) dan Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan (KOSP). Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan keberlanjutan program sekaligus membuka peluang agar praktik baik NGAOS ASYIK dapat dikembangkan dan direplikasi oleh sekolah dasar lainnya di Kabupaten Lamongan.

Pos terkait

banner 468x60