LAMONGAN – Pemerintah Kabupaten Lamongan melalui Dinas Perikanan terus mendorong pengembangan sektor perikanan budidaya melalui inovasi SEGO BANDENG (Sentra Penggelondongan Bandeng Lamongan). Program ini dikembangkan untuk memperkuat ketersediaan benih bandeng berkualitas sekaligus meningkatkan kapasitas usaha dan pendapatan masyarakat, khususnya pembudidaya di Desa Wangen, Kecamatan Glagah.
Kabupaten Lamongan memiliki potensi perikanan budidaya yang besar. Berdasarkan data tahun 2021, luas tambak mencapai 932,29 hektare, sawah tambak 19.503,54 hektare dan kolam 2.788 hektare. Produksi perikanan budidaya mencapai 62.742,6 ton, dengan ikan bandeng sebagai salah satu komoditas unggulan yang produksinya mencapai 22.333,5 ton.
Besarnya potensi tersebut membutuhkan dukungan ketersediaan benih yang berkualitas dan berkelanjutan. Desa Wangen dipilih sebagai salah satu lokasi pengembangan sentra karena memiliki potensi sumber daya air yang mendukung usaha penggelondongan bandeng.
Melalui SEGO BANDENG, pemerintah tidak hanya memberikan pendampingan teknis kepada pelaku usaha, tetapi juga memperkuat kelembagaan kelompok, mengembangkan usaha sesuai karakteristik wilayah, memperluas pemasaran, serta meningkatkan sarana dan prasarana pendukung kegiatan budidaya.
Pelaksanaan inovasi dilakukan melalui beberapa tahapan, yakni survei lokasi, pembinaan kelompok pembudidaya ikan, pembangunan atau rehabilitasi jalan produksi, monitoring, serta pelaporan. Pendekatan tersebut diarahkan agar sentra penggelondongan dapat berkembang secara berkelanjutan dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas.
Salah satu keunggulan SEGO BANDENG adalah pengembangan benih pada ukuran gelondongan. Benih ukuran tersebut memiliki tingkat kelangsungan hidup pada masa pembesaran sekitar 80–90 persen. Sementara itu, benih yang langsung berasal dari ukuran nener memiliki tingkat kelangsungan hidup kurang dari 50 persen.
Selain meningkatkan kualitas benih, segmentasi usaha penggelondongan juga dapat memperpendek waktu pemeliharaan pada tahap pembesaran sehingga proses produksi bandeng menjadi lebih efisien. Ketersediaan benih secara kontinu diharapkan mampu mendukung keberlangsungan produksi pembudidaya bandeng di Lamongan.
Pengembangan sentra juga diarahkan untuk meningkatkan kemampuan sumber daya manusia melalui pelatihan dan pemberdayaan pelaku usaha. Pembentukan kelompok pembudidaya ikan menjadi bagian penting untuk memperkuat kerja sama, akses terhadap sarana produksi, serta posisi tawar pembudidaya dalam mengembangkan usaha.
Dari sisi pemasaran, SEGO BANDENG mendorong pemanfaatan media sosial untuk memperluas jaringan pasar dan membangun kemitraan. Branding produk juga dikembangkan untuk memberikan identitas terhadap produk gelondongan bandeng yang berasal dari sentra pengembangan di Desa Wangen.
Dampak inovasi diharapkan tidak berhenti pada peningkatan produksi benih. Pertumbuhan sentra penggelondongan berpotensi menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan pendapatan masyarakat, mengurangi pengangguran, serta mendorong peningkatan infrastruktur pendukung, terutama akses jalan produksi.
Dalam jangka panjang, SEGO BANDENG diharapkan mampu menjadikan gelondongan bandeng sebagai salah satu produk unggulan daerah. Ketersediaan benih berkualitas dan berkelanjutan juga akan mendukung peningkatan produksi ikan bandeng konsumsi sekaligus memperkuat rantai usaha perikanan budidaya di Kabupaten Lamongan.
Pengembangan sentra penggelondongan bandeng tersebut sekaligus menjadi upaya Pemerintah Kabupaten Lamongan dalam mengoptimalkan potensi unggulan daerah. SEGO BANDENG diharapkan dapat menjadi model pengembangan ekonomi masyarakat berbasis potensi perikanan yang dapat direplikasi di wilayah lain yang memiliki karakteristik serupa.



