LAMONGAN — Puskesmas Sekaran, Kabupaten Lamongan, menghadirkan inovasi TERAS PAK DEWA (Terapi Akupresure Pemberdayaan Kesehatan Orang dengan Gangguan Jiwa) sebagai upaya meningkatkan kualitas hidup Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) melalui pendekatan kesehatan sekaligus pemberdayaan sosial dan ekonomi.
Inovasi tersebut menyasar ODGJ yang telah menjalani pengobatan selama dua tahun dan tidak mengalami kekambuhan. Setelah kondisi kesehatan lebih stabil, mereka tidak hanya membutuhkan keberlanjutan pengobatan dan pemantauan, tetapi juga aktivitas positif yang dapat meningkatkan kepercayaan diri, kemampuan bersosialisasi, serta kemandirian.
Melalui TERAS PAK DEWA, ODGJ mendapatkan pendidikan dan pelatihan terapi akupresur dengan pendampingan tenaga kesehatan. Keterampilan yang diperoleh kemudian diarahkan menjadi aktivitas produktif yang dapat memberikan manfaat bagi diri sendiri maupun masyarakat.
Program ini mengubah pendekatan pelayanan kesehatan jiwa dari yang semata-mata berorientasi pada pengobatan menjadi pendekatan yang lebih holistik. Aspek kesehatan fisik, psikologis, sosial, dan pemberdayaan ekonomi menjadi bagian dari intervensi yang dilakukan secara bertahap.
Kepala Puskesmas Sekaran melalui pelaksana program kesehatan jiwa menjelaskan bahwa pemberdayaan ODGJ merupakan bagian penting dalam mendukung proses pemulihan dan reintegrasi sosial.
“ODGJ yang kondisinya sudah stabil perlu diberikan ruang untuk berkembang, beraktivitas, berinteraksi, dan memiliki keterampilan. TERAS PAK DEWA diharapkan menjadi wadah agar mereka dapat lebih percaya diri dan berkontribusi di tengah masyarakat,” ujarnya.
Tahapan inovasi diawali dengan identifikasi dan pendekatan kepada ODGJ yang memenuhi kriteria, dilanjutkan pendidikan dan pelatihan akupresur. Setelah mendapatkan keterampilan, peserta mengikuti praktik dengan pendampingan untuk memastikan kemampuan dapat diterapkan secara tepat dan aman.
Selain keterampilan teknis, peserta juga mendapatkan dukungan psikososial dan pendampingan untuk meningkatkan interaksi sosial serta mengurangi kecenderungan isolasi. Penguatan jejaring dengan masyarakat, sektor swasta, dan organisasi non-profit juga menjadi bagian dari pengembangan program agar keberlanjutannya dapat terjaga.
TERAS PAK DEWA sekaligus menjadi sarana mengembangkan aktivitas produktif yang berpotensi memberikan tambahan pendapatan. Dengan mengandalkan keterampilan yang telah dilatih, ODGJ diberikan kesempatan untuk berkontribusi melalui layanan akupresur secara terarah dan didampingi.
Program tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih inklusif bagi ODGJ. Keterlibatan mereka dalam kegiatan sosial dan ekonomi dapat membantu mengurangi stigma serta memperkuat penerimaan masyarakat terhadap penyandang gangguan jiwa.
Output inovasi TERAS PAK DEWA ditandai dengan meningkatnya akses dan keterlibatan ODGJ dalam kegiatan pemberdayaan, pendampingan, serta aktivitas sosial di masyarakat. Sementara outcome yang diharapkan berupa meningkatnya kesejahteraan psikososial serta kesempatan dan kemampuan ODGJ untuk berkontribusi secara positif dan berpartisipasi aktif dalam kehidupan bermasyarakat.
Melalui inovasi ini, Puskesmas Sekaran berupaya menunjukkan bahwa pemulihan kesehatan jiwa tidak berhenti pada terkendalinya gejala, tetapi juga perlu dilanjutkan dengan pemberdayaan agar ODGJ mampu menjalani kehidupan yang lebih produktif, bermartabat, dan inklusif.



